Ekonomi Jakarta Nyaris Capai 6 Persen
📅 Rabu, 06 Mei 2026, 01:05 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
JAKARTA – Hasil cukup bagus diperlihatkan kinerja ekonomi Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta menyebutkan, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,59 persen secara tahunan pada triwulan I tahun 2026 dari triwulan I-2025. Hal ini ditopang lapangan usaha perdagangan besar, eceran, dan reparasi mobil serta sepeda motor.
“Lapangan usaha perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi ekonomi Jakarta yang paling besar. Diamenjadi sumber pertumbuhan tertinggi yang memberikan kontribusi sebesar 1,06 persen,” kata Kepala BPS Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Selasa.
Penyumbang pertumbuhan terbesar berikutnya berdasarkan lapangan usaha adalah informasi dan komunikasi. Keduanya memberikan kontribusi sebesar 0,88 persen. Selanjutnya, diikuti oleh penyediaan akomodasi makan dan minum menyumbang pertumbuhan sebesar 0,56 persen.
Kadarmanto menyampaikan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada triwulan I-2026 dicapai lapangan usaha penyediaan akomodasi makan dan minum yakni 10,84 persen. Peningkatan pertumbuhan lapangan usaha ini disebabkan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, meningkatnya wisatawan Nusantara ke Jakarta, serta meningkatnya jumlah kunjungan ke restoran atau tempat makan.
Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah jasa lainnya yang tumbuh sebesar 8,37 persen secara tahunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertumbuhan ini didorong jumlah wisatawan nusantara tujuan Jakarta terutama kunjungan ke tempat rekreasi dan hiburan yang juga mengalami peningkatan.
Selanjutnya, lapangan usaha dengan catatan pertumbuhan tertinggi ketiga yakni transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 8,31 persen secara tahunan pada triwulan I- 2026.
“Pertumbuhan lapangan usaha transportasi dan pergudangan ini tercermin dari kenaikan jumlah penumpang pada angkutan rel, angkutan darat angkutan laut dan juga ASDP yang meningkat,” kata Kadarmanto.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, volume angkutan barang melalui laut serta volume lalu lintas di jalan tol juga mengalami peningkatan. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) menyumbang pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 3,32 persen, diikuti pembentukan modal tetap bruto (1,68 persen); dan pengeluaran konsumsi pemerintah (0,47 persen).
Dana LPDP
Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta juga akan mengelola dana program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus Jakarta. Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo kembali menekankan akan menggandeng LPDP Pusat agar program tersebut dapat segera direalisasikan tahun depan.
“Dana dikelola Pemerintah Jakarta, tetapi karena untuk mengurus LPDP itu ternyata takes time, butuh waktu yang lama, maka kami bekerja sama dengan LPDP Pusat,” jelas Pramono saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa. Selain dari segi anggaran, Pramono menjelaskan Pemprov DKI Jakarta juga akan menentukan siapa saja mahasiswa ibu kota yang berhak menerima beasiswa tersebut.
Pemerintah Jakarta pun nantinya akan mengurus terkait kampus hingga jurusan yang dapat dipilih. “Untuk menentukan siswa, universitas, jurusan, dan sebagainya, nanti Pemerintah Jakarta yang akan menentukan,” paparnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!