Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komisi XIII DPR RI Usul Pidana Kerja Sosial Ditempatkan di Nusakambangan untuk Ketahanan Pangan

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 07:00 WIB | Oleh:
Komisi XIII DPR RI Usul Pidana Kerja Sosial Ditempatkan di Nusakambangan untuk Ketahanan Pangan Doc: ANTARA/Agatha Olivia Victoria
Ket. Menteri Imipas Agus Andrianto (tengah) bersama para anggota Komisi XIII DPR RI mengunjungi tempat pengelolaan sampah di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah, Selasa (10/2).

NUSAKAMBANGAN - Komisi XIII DPR RI mengusulkan agar pelaksanaan pidana kerja sosial mulai diarahkan ke Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah, guna memperkuat kemandirian dan kedaulatan pangan di daerah tersebut. 

Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya mengaku sangat terkesan dengan kondisi Nusakambangan yang kini memiliki kawasan ketahanan pangan sangat detail.

"Pak Menteri Imipas hebat dan jajaran ditjen hebat membuat ini, terus maju," ucap Willy dalam konferensi pers di Nusakambangan, Jawa Tengah, Selasa.

Sebagai mitra Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), kata dia, pihaknya akan terus merekomendasikan berbagai saran untuk perbaikan pemasyarakatan.

Saat ini, Willy menuturkan Komisi XII DPR RI bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas sedang menyusun peta jalan atau roadmap agar pemasyarakatan lebih humanis dan produktif ke depannya.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan transformasi pemasyarakatan sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.

Selain itu, sambung dia, sesuai pula dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto poin pertama, yakni memajukan demokrasi, hak asasi manusia, dan Pancasila.

"Ini yang kemudian kami terus membangun kebijakan pengawasan yang senapas dengan Astacita," ungkap pimpinan komisi yang membidangi keimigrasian, HAM, pemasyarakatan, serta penanggulangan terorisme tersebut.

Dalam membangun ketahanan pangan di lembaga pemasyarakatan (lapas), Menteri Imipas Agus Andrianto menyebutkan pihaknya menyelaraskan beberapa temuan yang diinventarisasi pada awal menjabat, seperti lahan yang tidak dimanfaatkan (idle) serta disalahgunakan oleh masyarakat, salah satunya di Nusakambangan.

Kemudian, dia mengatakan baru lah berbagai temuan itu diselaraskan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto, yang sangat fokus terhadap masalah ketahanan pangan.

"Dengan harapan walaupun kecil, kami setidaknya sudah memberikan kontribusi untuk menyiapkan ketahanan pangan ke dalam lapas," ucap Agus dalam kesempatan yang sama.

Selain memenuhi kebutuhan pangan di dalam lapas, dirinya pun berharap program ketahanan pangan di Nusakambangan bisa berkembang agar dapat pula memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Inggris Tolak Tekanan Uni E...
Daerah
Dua Petugas PLN Gadungan Pe...
Ekonomi
Belasan Orang Diamankan dal...

Mawar de Jongh Rilis Single Terbaru “Oh Semoga”

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Mawar de Jongh Rilis Single...
Advertisement
KBRI: Dua WNI Terluka dalam Serangan Houthi di Arab Saudi

KBRI: Dua WNI Terluka dalam Serangan Houthi di Arab Saudi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.