Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BEI Ungkap Arah Baru Transparansi, Shareholders Concentration List Segera Meluncur

3 Rabu, 11 Feb 2026, 19:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
BEI Ungkap Arah Baru Transparansi, Shareholders Concentration List Segera Meluncur BEI Ungkap Arah Baru Transparansi, Shareholders Concentration List Segera Meluncur Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S.
Ket. Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Penerapan shareholders concentration list penting untuk meningkatkan transparansi kepemilikan saham sekaligus memitigasi risiko manipulasi pasar.

Dengan memetakan konsentrasi pemegang saham, regulator dan pelaku pasar dapat lebih dini mendeteksi potensi praktik tidak wajar seperti cornering, insider trading, atau pergerakan harga yang tidak mencerminkan fundamental. Di sisi lain, informasi ini membantu investor menilai tingkat likuiditas dan risiko tata kelola suatu emiten.

Pada akhirnya, shareholders concentration list menjadi instrumen krusial dalam memperkuat integritas pasar modal, menjaga kepercayaan investor, dan menciptakan iklim investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi, seperti yang telah diterapkan di Bursa Hong Kong.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan penerbitan daftar tersebut menjadi bagian dari upaya BEI untuk memperkuat keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia, serta bagian dari tindak lanjut concern MSCI terkait transparansi.

"Tentunya dengan implementasi ini akan lebih meningkatkan transparansi dan integritas pasar kita ke depannya," ujar Jeffrey dalam konferensi pers seusai menggelar pertemuan lanjutan dengan MSCI di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2).

Jeffrey menjelaskan gagasan penerbitan shareholders concentration list muncul setelah self regulatory organization (SRO) mencermati masukan dari MSCI sejak Oktober 2025.

Semenjak itu, SRO telah melakukan sejumlah studi dan kajian terhadap pengalaman Bursa negara lain yang pernah menghadapi kondisi serupa.

"Karena itu, kalau ditanya angka 1 persen itu refer kemana, 1 persen itu refer-nya ke India. Kemudian shareholders concentration list itu di Hong Kong. Kira-kira itu background-nya," kata Jeffrey.

Sesuai norma yang disepakati, Jeffrey menjelaskan bahwa seluruh detail dan kesimpulan hasil pertemuan dengan MSCI bersifat rahasia.

Seiring dengan itu, BEI hanya dapat menyampaikan informasi yang bersifat umum tanpa memaparkan rincian pembahasan maupun kesimpulan hasil pertemuan dengan MSCI.

Ia mengungkapkan pertemuan dengan MSCI berlangsung secara konstruktif, sebagaimana pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Dalam pertemuan tersebut, BEI kembali memaparkan tiga rencana aksi yang telah disampaikan sebelumnya kepada MSCI.

Rencana aksi pertama berkaitan dengan peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen.

Kedua, penyediaan data investor yang lebih granular. Ketiga, progres implementasi Peraturan I-A tentang pencatatan saham, yang mensyaratkan peningkatan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

"Sebagai komitmen untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar, kami juga mengacu pada best practice bursa global. Salah satunya melalui penerbitan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham terkonsentrasi," ujar Jeffrey.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Mantan Menlu Maladewa Ditan...
Megapolitan
Pemprov Jakarta Perkuat Kol...
Nasional
Pantau Angkutan Natal-Tahun...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BREAKING NEWS: Kacau, AFC Mundurkan Piala Asia ke Bulan Desember 2027

BREAKING NEWS: Kacau, AFC Mundurkan Piala Asia ke Bulan Desember 2027

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.