Pemkab Bekasi Soroti Gagal Tanam Akibat Banjir, Dorong Pemulihan Lahan Pertanian Lebih Cepat
📅 Selasa, 10 Feb 2026, 03:30 WIB | Oleh: Tim PenulisAsep juga menyampaikan rencana jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan di lahan pertanian yakni melalui pembangunan sumur satelit tenaga surya, dengan mengambil contoh praktik yang telah diterapkan di Surabaya.
"Kita rencanakan jangka panjang belajar dari sumur satelit tenaga surya di Surabaya. Di tanah yang tandus bisa panen setahun tiga kali. Ini khusus untuk daerah kekeringan, sebagai alternatif mengairi sawah dari sumber air tanah," ucapnya.
Solusi tersebut, lanjut dia, perlu dipersiapkan sejak dini, terutama untuk wilayah pertanian yang kerap mengalami kekeringan, sekaligus menjadi bagian dari penguatan sektor pangan yang kini menjadi prioritas nasional.
Ia turut menekankan koordinasi lintas perangkat daerah agar penanganan pertanian, banjir, sampah sungai hingga infrastruktur bisa berjalan cepat dan tidak terhambat komunikasi. Kanal komunikasi khusus yang melibatkan perangkat daerah terkait perlu dibuatkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, persoalan sampah di sejumlah sungai yang berdampak pada aliran air menjadi tersumbat. Pendataan titik-titik sumbatan, terutama pada lokasi jembatan rendah yang kerap menjadi tempat penumpukan sampah diperlukan untuk penanganan lebih lanjut.
"Saya ingin semua kali (sungai) di semua kecamatan diidentifikasi. Biasanya yang jembatan rendah itu menyangkut di situ. Didata ada berapa sungai yang tersumbat karena sampah. Saya ingin tahu," katanya.
Ia pun mengaku upaya penanganan banjir, khususnya penguatan tanggul, masih membutuhkan dukungan lintas kewenangan hingga anggaran besar. Pemerintah daerah terus mendorong langkah pencegahan agar dampak banjir tidak terus berulang setiap tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Saya juga mohon masukan agar para petani ini berjaya. Karena kalau petani makmur, negara akan jaya. Saya juga anak petani, jadi sedikit paham," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!