Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kualitas Udara Jakarta Kritis Lebih Awal, PM2.5 Kini Naik Sejak Februari 2026

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 19:00 WIB | Oleh:
Kualitas Udara Jakarta Kritis Lebih Awal, PM2.5 Kini Naik Sejak Februari 2026 Doc: Pexels
Ket. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyoroti perubahan signifikan pola pencemaran udara di Ibu Kota, seiring meningkatnya konsentrasi partikel halus PM2.5 lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pergeseran ini disebut sebagai dampak langsung perubahan iklim dan dinamika cuaca regional.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyoroti perubahan signifikan pola pencemaran udara di Ibu Kota, seiring meningkatnya konsentrasi partikel halus PM2.5 lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pergeseran ini disebut sebagai dampak langsung perubahan iklim dan dinamika cuaca regional.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan hal tersebut dalam Town Hall Meeting Dialog PR Jakarta bertajuk "Dengar Warga, Kerja Nyata untuk Udara Bersih" di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Selasa (10/2). Menurutnya, kualitas udara menjadi indikator utama kualitas hidup warga Jakarta.

"Bagi kami, kota global bukan semata soal peringkat atau infrastruktur megah, melainkan kualitas hidup warganya. Salah satu aspek paling mendasar dari kualitas hidup itu adalah udara yang bersih dan sehat," ujar Pramono.

Pramono menjelaskan, analisis data pemantauan menunjukkan peningkatan konsentrasi PM2.5 kini mulai terjadi sejak Februari dan mencapai puncak pada Juni. Pola ini berbeda dari kecenderungan historis yang biasanya menunjukkan lonjakan di pertengahan tahun.

Ia menegaskan, perubahan iklim memberikan tekanan langsung terhadap kualitas udara Jakarta. Oleh karena itu, kebijakan pengendalian pencemaran udara harus semakin adaptif dan berbasis data.

"Perubahan iklim berdampak langsung pada kualitas udara Jakarta. Kebijakan pengendalian harus menyesuaikan kondisi riil yang terus berubah," katanya.

Sebagai bentuk penguatan kebijakan berbasis data, Pemprov DKI Jakarta saat ini mengoperasikan lebih dari 120 stasiun pemantauan kualitas udara. Data dari stasiun tersebut digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan lintas sektor.

Pramono memaparkan, sumber pencemaran udara Jakarta masih didominasi emisi kendaraan bermotor. Selain itu, aktivitas industri, pembangkit listrik di kawasan Jabodetabek, pembakaran terbuka, serta kegiatan konstruksi turut berkontribusi.

Menurutnya, pengendalian pencemaran udara tidak dapat dilakukan secara parsial atau sektoral. Diperlukan pendekatan terintegrasi serta kolaborasi lintas wilayah agar kebijakan berjalan efektif.

"Pencemaran udara tidak mengenal batas administratif. Karena itu, kerja sama dengan daerah aglomerasi dan pemerintah pusat menjadi keharusan," ucapnya.

Dalam kerangka kebijakan, Pemprov DKI telah membangun sistem pengendalian pencemaran udara secara bertahap. Kebijakan tersebut mencakup Perda Pengendalian Pencemaran Udara, uji emisi kendaraan, pembangunan rendah karbon, hingga pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Saat ini, Pemprov DKI juga tengah menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara 2025–2045. Selain itu, regulasi baru terkait Kawasan Rendah Emisi juga sedang disiapkan untuk memperkuat arah kebijakan jangka panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.