Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BI Ramal Penjualan Eceran Melonjak 7,9% di Awal 2026, Daya Beli Bangkit?

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Ramal Penjualan Eceran Melonjak 7,9% di Awal 2026, Daya Beli Bangkit? Doc: ANTARA FOTO/ Putra M. Akbar
Ket. Ilustrasi - Pengunjung menaiki eskalator di salah satu pusat perbelanjaan (mall) di Kota Tangerang, Banten.

JAKARTA – Penjualan eceran merupakan salah satu indikator kunci yang mencerminkan kekuatan daya beli masyarakat sekaligus denyut aktivitas ekonomi domestik.

Ketika kinerja ritel meningkat, hal itu menandakan konsumsi rumah tangga—penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional—sedang berada dalam fase ekspansif.

Dampaknya tidak hanya terasa pada sektor perdagangan, tetapi juga menjalar ke industri manufaktur, logistik, hingga jasa, karena meningkatnya permintaan mendorong produksi dan distribusi barang.

Secara makro, pertumbuhan penjualan eceran berkontribusi langsung terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) melalui kanal konsumsi.

Selain itu, sektor ritel menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga penguatannya membantu menjaga stabilitas pasar kerja dan memperkuat pendapatan rumah tangga.

Efek bergandanya (multiplier effect) cukup signifikan: peningkatan omzet ritel mendorong arus kas pelaku usaha, memperbaiki iklim investasi, serta meningkatkan penerimaan pajak negara.

Sebaliknya, perlambatan penjualan eceran kerap menjadi sinyal awal melemahnya aktivitas ekonomi. Penurunan belanja masyarakat biasanya dipicu oleh tekanan inflasi, kenaikan suku bunga, atau meningkatnya ketidakpastian global, yang pada akhirnya menahan ekspansi bisnis dan investasi.

Dalam konteks ini, data penjualan eceran menjadi referensi penting bagi pemerintah dan bank sentral untuk menilai efektivitas kebijakan fiskal maupun moneter.

Dengan demikian, dinamika penjualan eceran tidak sekadar menggambarkan perilaku konsumsi masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai barometer kesehatan ekonomi nasional, yang memengaruhi arah pertumbuhan, stabilitas lapangan kerja, serta keberlanjutan pemulihan ekonomi secara keseluruhan.

Bank Indonesia (BI) melalui Survei Penjualan Eceran (SPE) memprakirakan kinerja penjualan eceran meningkat pada Januari 2026, tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang diprakirakan tumbuh sebesar 7,9 persen (year on year/yoy).

“Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan kelompok barang budaya dan rekreasi; makanan, minuman, dan tembakau; serta subkelompok sandang,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/2).

Sementara itu, secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 0,6 persen (month to month/mtm) sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Meski demikian, kontraksi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,7 persen (mtm).

Mengenai realisasi pada Desember 2025, IPR tumbuh sebesar 3,5 persen (yoy) terutama didukung oleh pertumbuhan penjualan suku cadang dan aksesori; makanan, minuman, dan tembakau; serta barang budaya dan rekreasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Polisi Vietnam Sita 500 Kucing Curian yang akan Diambil Dagingnya

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Polisi Vietnam Sita 500 Kuc...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.