Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Russia Sergey Lavrov Sebut Dokumen Epstein Ungkap 'Wajah Asli' Elite Barat

📅 Senin, 09 Feb 2026, 09:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu Russia Sergey Lavrov Sebut Dokumen Epstein Ungkap 'Wajah Asli' Elite Barat Doc: Antara/Anadolu
Ket. Menlu Russia Sergey Lavrov

MOSKOW - Menteri Luar Negeri Russia Sergey Lavrov mengatakan berkas-berkas yang dipublikasikan dalam kasus mendiang taipan keuangan ternama Jeffrey Epstein telah membuka apa yang dia sebut sebagai “wajah asli” elite Barat.

Dalam pernyataannya pada Minggu (8/2), Lavrov menilai dokumen tersebut memperlihatkan praktik yang melampaui nalar manusia dan menggambarkan kemerosotan moral di kalangan elite negara-negara Barat.

Komentar itu disampaikan Lavrov di tengah meningkatnya ketegangan politik antara Russia dan negara-negara Barat, serta perdebatan global mengenai transparansi, akuntabilitas, dan pengaruh elite dalam sistem internasional.

Berbicara kepada stasiun televisi Rusia NTV, Lavrov menyebut isu berkas Epstein sebagai bukti keberadaan apa yang ia gambarkan sebagai “Barat kolektif” dan struktur kekuasaan tersembunyi yang berupaya mengendalikan negara-negara Barat dan dunia secara lebih luas.

Ia menggunakan istilah “deep state”, atau yang menurutnya lebih tepat disebut sebagai “deep union”, untuk merujuk pada jaringan kekuasaan tersebut.

“Topik ini adalah tentang mengungkap wajah sebenarnya dari apa yang disebut Barat kolektif, yang mencoba memerintah seluruh dunia,” kata Lavrov.

Ia menambahkan bahwa apa yang terungkap dalam dokumen tersebut, menurut pandangannya, berada di luar logika manusia dan merupakan bentuk “satanisme murni”.

Pada 2019, Epstein didakwa di pengadilan Amerika Serikat atas kasus perdagangan seks anak di bawah umur serta konspirasi untuk melakukan kejahatan tersebut. Ia terancam menghadapi hukuman penjara lebih dari 40 tahun.

Menurut pihak penuntut, sejak 2002 hingga 2005, Epstein melakukan hubungan seksual dengan puluhan gadis di bawah umur yang ia terima di kediamannya di New York dan Florida.

Epstein membayar mereka secara tunai dan kemudian menugaskan beberapa korban untuk merekrut gadis-gadis baru. Beberapa di antaranya bahkan berusia 14 tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.