Laporan PBB: Dunia Alami Kebangkrutan Air Global
📅 Kamis, 22 Jan 2026, 02:15 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: X.com/KavehMadani
PARIS – Sebuah lembaga penelitian Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa (20/1) mengatakan bahwa dunia tengah memasuki era kebangkrutan air global dengan sungai, danau, dan akuifer yang menipis lebih cepat daripada kemampuan alam untuk mengisinya kembali.
"Tekanan air dan krisis air tidak lagi cukup untuk menggambarkan realitas air baru di dunia," demikian bunyi laporan baru dari Institut Universitas PBB untuk Air, Lingkungan, dan Kesehatan (UNU-INWEH).
Argumennya adalah bahwa puluhan tahun penggunaan berlebihan, polusi, kerusakan lingkungan, dan tekanan iklim, telah mendorong banyak sistem air melampaui titik pemulihan sehingga diperlukan klasifikasi baru.
Oleh karenanya laporan tersebut mengusulkan istilah alternatif kebangkrutan air, suatu kondisi di mana penggunaan air jangka panjang melebihi pasokan dan merusak alam sedemikian parah sehingga tingkat penggunaan sebelumnya tidak mungkin dipulihkan secara realistis.
Hal ini tercermin dalam penyusutan danau-danau besar di dunia dan meningkatnya jumlah sungai-sungai besar yang gagal mencapai laut selama sebagian tahun, ungkap laporan itu. Selain itu dunia telah kehilangan lahan basah dalam jumlah yang sangat besar, dengan sekitar 410 juta hektare atau hampir seluas Uni Eropa, menghilang selama lima dekade terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perubahan iklim memperparah masalah ini, menyebabkan hilangnya lebih dari 30 persen massa gletser dunia sejak tahun 1970 dan air lelehan musiman yang diandalkan oleh ratusan juta orang.
“Konsekuensinya terlihat di setiap benua yang berpenduduk, tetapi tidak setiap negara secara individual mengalami kekurangan air,” kata Direktur UNU-INWEH dan penulis laporan, Kaveh Madani, kepada AFP.
“Laporan tersebut juga menyuarakan kebenaran yang pahit bahwa krisis air dunia telah melewati titik tanpa kembali," ucap Tim Wainwright, kepala eksekutif badan amal WaterAid, dalam sebuah pernyataan. SB/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!