Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Terbitkan Peringatan Zona Merah Pelayaran di NTB, Gelombang Bisa Capai 4 hingga 6 Meter

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 08:02 WIB | Oleh:
BMKG Terbitkan Peringatan Zona Merah Pelayaran di NTB, Gelombang Bisa Capai 4 hingga 6 Meter Doc: antara foto
Ket. BMKG keluarkan peringatan zona merah untuk aktivitas pelayaran di NTB.

MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan zona merah gelombang tinggi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) karena berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran.

Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB Andre Jersey mengatakan peringatan ini berlaku 22 Januari 2026 pukul 08.00 Wita hingga 23 Januari 2026 pukul 08.00 Wita.

"Tiga perairan masuk kategori gelombang sangat tinggi 4-6 meter dan lima perairan berkategori gelombang tinggi 2,5-4 meter," ujarnya di Mataram, Kamis (22/1).

Andre mengatakan wilayah perairan yang masuk kategori gelombang sangat tinggi meliputi Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB.

Sedangkan, wilayah dengan gelombang tinggi meliputi Selat Lombok bagian utara, Selat Alas bagian utara, Perairan utara Sumbawa, Selat Sape bagian utara, dan Selat Sape bagian selatan.

BMKG memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai bahaya yang timbul akibat gelombang laut tinggi hingga sangat tinggi tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat pesisir dan operator transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi cuaca maritim terbaru," kata Andre.

Lebih lanjut ia menyampaikan gelombang tinggi dan sangat tinggi berbahaya bagi jenis kapal, seperti perahu nelayan hingga kapal besar.

Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang berisiko jika gelombang laut di atas 1,5 meter, kapal ferry di atas 2,5 meter, dan kapal besar seperti kapal pesiar maupun kapal kargo berisiko jika gelombang laut di atas 4 meter.

Berdasarkan analisa BMKG, gelombang laut tinggi dan sangat tinggi tersebut muncul akibat dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 97S yang saat ini berada di selatan perairan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sistem badai tropis itu memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot dengan tekanan udara minimum 998 hectopascal dan bergerak ke arah barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.