Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Viral Pengeroyokan Guru Oleh Siswa di SMKN 3 Tanjab Timur, Gubernur Jambi Janji Usut Tuntas

📅 Jumat, 16 Jan 2026, 03:46 WIB | Oleh:
Viral Pengeroyokan Guru Oleh Siswa di SMKN 3 Tanjab Timur, Gubernur Jambi Janji Usut Tuntas Doc: ANTARA/Agus Suprayitno
Ket. Gubernur Jambi, Al Haris menyesalkan keributan antara guru dan siswa di SMKN 3 Tanjab Timur. Ia memastikan permasalahan tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jambi, Kamis (15/1).

KOTA JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris menurunkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta secara objektif terkait aksi anarkis sejumlah siswa terhadap seorang guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) Agus Saputra pada Selasa (13/1) lalu. 

Langkah ini diambil menyusul insiden kekerasan yang dinilai mencoreng dunia pendidikan dan memicu perhatian publik.

"Sudah diperintahkan tim dari Diknas provinsi turun kesana (hari ini), kita lihat nanti bagaimana hasilnya, saya ingin masalah ini tidak melebar kemana-mana. Kejadian itu sangat disesali terjadi," kata Al Haris di Jambi, Kamis.

Menurut gubernur, peristiwa pengeroyokan seharusnya tidak terjadi karena hal itu sama mencoreng dunia pendidikan. Seharusnya masalah seperti itu bisa di selesaikan melalui jalan damai (kekeluargaan).

"Karena kita ingin bahwa dunia pendidikan tidak boleh ada yang mencoreng. Jadi saya kira ini insiden yang saya anggap kurang baik di dunia pendidikan. Kalau gurunya salah, kita akan beri sanksi," tegas dia.

Guru SMKN 3 Tanjab Timur, Agus Saputra korban pengeroyokan itu menjelaskan kejadian tersebut berawal ketika salah satu siswa di dalam kelas menegur dirinya dengan bahasa tidak wajar.

Saat itu dia sedang berada di luar ruangan, lalu mendengar perkataan dari seorang siswa yang di nilai tidak wajar, ia langsung menghampiri ruang kelas asal sumber suara itu.

"Setelah itu saya masuk ke kelas, saya tanyakan siapa yang memanggil saya seperti itu. Dia (siswa) langsung menantang saya, akhirnya saya seketika menampar muka (wajah) dia," terang Agus.

Lanjut dia, pada saat jam istirahat siswa itu kembali menghampiri dirinya dengan mengeluarkan kalimat menantang, saat itu terjadi adu mulut hingga akhirnya terjadi aksi pengeroyokan terhadap dirinya.

Terkait senjata (sabit) yang dibawanya, Agus mengaku bahwa senjata itu aset sekolah, mengingat sekolah itu merupakan sekolah kejuruan konsentrasi di bidang pertanian (SMK Pertanian, red).

Senjata yang ia genggam, tujuannya hanya untuk memberikan teguran agar mereka membubarkan diri.

"Saya pakai itu hanya untuk menggertak mereka agar bubar, tidak ada niat lain selain itu. Kalau tidak seperti itu, mungkin ada kejadian buruk lagi menimpa saya," terang dia lagi.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jambi, Nanang Sunarya secara organisasi menyayangkan tindakan kekerasan siswa kepada guru. Menyesali adanya ucapan atau ujaran yang menyakiti perasaan siswa.

Nanang meminta kepada tenaga pendidik menjaga pola komunikasi, dan tindakan agar senantiasa mencerminkan keteladanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Korsel Keluarkan Peringatan...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Olahraga
Arsenal Kejar Hasil Sempurn...
Olahraga
Cadangkan Pemain yang  Tak ...
Megapolitan
Tangerang Siaga Penuh Hadap...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.