Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bos Uni Eropa ke RI, IEU-CEPA Masuk Babak Penentuan

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bos Uni Eropa ke RI, IEU-CEPA Masuk Babak Penentuan Doc: Antara/ Humas Kemenko Perekonomian
Ket. Ilustrasi - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maroš Šefčovič saat Penandatanganan Kesepakatan Substantif IEU-CEPA di Bali pada 23 September 2025.

JAKARTA – Penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperluas akses perdagangan dan memperkuat hubungan ekonomi dengan Uni Eropa.

Kesepakatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan peluang ekspor produk Indonesia, tetapi juga mendorong investasi, memperkuat daya saing industri, dan membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha ke pasar Eropa.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Presiden Komisi Eropa Ursula van der Leyen dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026 terkait dengan percepatan penyelesaian IEU-CEPA.

Selain itu, Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maros Sefcovic juga direncanakan akan melakukan kunjungan ke Indonesia.

"Memang dalam IEU CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisioner Maros untuk datang ke Indonesia dan juga ada rencana dari Presiden EU untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9).

Airlangga mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintah agar proses penyelesaian IEU-CEPA dapat segera tuntas.

IEU-CEPA saat ini tengah memasuki tahapan penyelesaian dokumen dalam bahasa Inggris untuk selanjutnya menjalani proses di Parlemen Eropa. Setelah tahapan tersebut, Indonesia juga akan melanjutkan proses ratifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.

"IEU CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa dan dari situ baru kita, dalam versi kita, untuk dibawa ke Parlemen untuk ratifikasi," jelasnya.

IEU-CEPA telah memasuki tahap akhir menuju penandatanganan dan ratifikasi. Kesepakatan tersebut diproyeksikan memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa.

Percepatan penyelesaian IEU-CEPA menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Pemerintah menargetkan proses ratifikasi berlangsung pada semester kedua 2026 sehingga perjanjian tersebut dapat mulai diterapkan pada awal 2027.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya hubungan antara Indonesia dan Eropa. Menurutnya, penyelesaian perundingan IEU-CEPA akan memberikan manfaat besar bagi dunia usaha di kedua kawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
Asosiasi Ojol Tolak Status ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.