Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Baterai Listrik Rawan Terbakar di Laut, Legislator: EV Harus Diatur!

2 Selasa, 22 Sep 2026, 19:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Baterai Listrik Rawan Terbakar di Laut, Legislator: EV Harus Diatur! Baterai Listrik Rawan Terbakar di Laut, Legislator: EV Harus Diatur! Doc: istimewa
Ket. Komisi VII DPR RI menyoroti persoalan keselamatan transportasi laut dalam pengangkutan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Para pengusaha pelayaran masih mengkhawatirkan aspek mitigasi risiko kebakaran

JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyoroti persoalan keselamatan transportasi laut dalam pengangkutan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), mengingat pengalamannya sebagai penasehat sekaligus pelaku di sektor transportasi laut, para pengusaha pelayaran masih mengkhawatirkan aspek mitigasi risiko kebakaran. 

BHS mencontohkan, kebijakan di Filipina yang sempat melarang kendaraan listrik naik ke kapal ferry akibat beberapa insiden kebakaran. Hal tersebut disampaikan BHS dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja (Panja) Komisi VII DPR RI bersama Periklindo, Aismoli, dan AEML yang digelar di Ruang Rapat Komisi VII, Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/9).

“Karena kami juga sebagai penasehat beberapa asosiasi di transportasi laut dan saya juga sebagai pelaku daripada transportasi laut sampai sekarang ini kita masih belum bisa mengetahui secara pasti bagaimana pencegahannya supaya kendaraan-kendaraan listrik ini bisa menggunakan transportasi laut? Itu yang diinginkan juga oleh pengusaha-pengusaha transportasi laut sebenarnya,” ujar BHS. 

Oleh karena itu, Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut mendesak adanya penjelasan komprehensif terkait standar keselamatan infrastruktur pelabuhan dan moda transportasi laut untuk mencegah potensi kecelakaan seiring masifnya pertumbuhan kendaraan listrik.

Terkait penggunaan harian, BHS mendukung arahan agar sepeda motor listrik dapat semakin memasyarakat dan digunakan secara luas di perkotaan, seperti yang telah diterapkan di Hanoi, Vietnam. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak bersifat pemaksaan namun harus menghadirkan insentif nyata serta sosialisasi yang masif agar masyarakat beralih secara sukarela.

Menutup pandangannya, BHS menyoroti pentingnya percepatan Standar Nasional Indonesia (SNI), khususnya terkait fasilitas dan tarif pengisian daya (charging). Ia menegaskan bahwa karena pengisian daya kendaraan listrik kini telah menjadi kebutuhan publik, pemerintah wajib hadir untuk meregulasi tarif secara ketat dan adil.

“Pemerintah harus sudah bisa meregulasi tarif untuk charging agar harganya tidak sembarangan dan sesuai perhitungan yang benar, sehingga masyarakat tidak menemui kesulitan dalam mengeluarkan biaya operasional," pungkas BHS. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Indonesia Desak Russia Hent...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.