Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Maggot Efektif Kelola Sampah Bisa 15 Ton Sehari

📅 Jumat, 09 Jan 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Maggot Efektif Kelola Sampah  Bisa 15 Ton Sehari Doc: AFP/FOUNDERS VALLEY/BITEBACK INDONESIA

TANGERANGProblem sampah di Tangerang pelan-pelan teratasi dengan budi daya maggot. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Provinsi Banten menyebutkan budi daya maggot di Intermediate Treatment Facility (ITF) Jatiuwung berhasil mengolah 10-15 ton sampah organik setiap hari menjadi produk turunan kompos berkualitas tinggi.

“Makanya, kita akan maksimalkan ITF Jatiuwung ini dalam pengelolaan sampah organik menjadi maggot,” kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Tangerang, Iwan, Kamis (8/1). Iwan menyatakan sampah organik yang dikelola menjadi maggot di ITF Jatiuwung berasal dari pasar, rumah sakit, dan rumah makan di Kota Tangerang.

“Sejauh ini hasilnya sangat luar biasa. Kami bisa mengolah puluhan ton sampah organik lewat budi daya maggot menjadi kompos organik yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” katanya. Selain itu, pengelolaan sampah di ITF Jatiuwung juga berkontribusi besar dalam mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa ­Kucing.

Hal ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis yang efektif untuk memperpanjang masa layak operasional TPA Rawa Kucing sampai beberapa tahun mendatang. Selain itu, Pemkot Tangerang berharap pengolahan sampah organik lewat budi daya maggot di ITF Jatiuwung dapat berjalan produktif sekaligus menciptakan kondisi lingkungan Kota Tangerang yang bersih, sehat dan bebas dari sampah.

“Kami menargetkan pada tahun ini bisa meningkatkan kapasitas penyerapan sampah organik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga sampah organik yang masuk ke TPA Rawa Kucing bisa berkurang secara signifikan,” jelasnya. Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menambahkan,TPA Rawa Kucing masih memiliki daya tampung yang memadai pada tahun 2026.

Namun demikian, Pemkot telah menyiapkan beberapa kebijakan strategis untuk memastikan daya tampung TPA Rawa Kucing bisa maksimal pada tahun ini. Misalnya, dengan sistem pengelolaan sampah modern berbasis sanitary landfill yang akan diterapkan dengan teknik mengisolasi sampah dari lingkungan untuk mencegah pencemaran air, tanah, dan udara.

Selanjutnya DLH juga akan menata ulang landfill di TPA Rawa Kucing menggunakan geomembran dengan melakukan penutupan di beberapa landfill yang sudah tidak aktif. “Jadi nanti hanya landfill aktif yang akan dibuka terus. Pola sistem ini akan berjalan dengan kontrol berkala,” ujar Wawan.

Tangsel

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten mulai mengalihkan pembuangan sampah 200 ton ke tempat pembuangan di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebab Serang telah menolak pengiriman sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang.

“Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan,” ujar Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Menurut Benyamin, pengalihan pembuangan sementara ke Cileungsi sebagai solusi penanganan sampah setelah Pemerintah Kota Serang menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangsel ke TPAS Cilowong.

“Pengiriman ke Cileungsi diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik permukiman maupun ruang publik di Tangsel,” ucapnya. Pemerintah Kota Tangsel berkomitmen terus mencarikan solusi terhadap permasalahan sampah, pasalnya pihaknya juga masih terus berupaya menjalani kerja sama pengelolaan tersebut bersama Pemkot Serang.

“Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemkot Tangsel tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara,” katanya. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    pakk,, tolong dijaga keamananya ya,, kami rakyat kecil ...
    Netizen cerdas tidak akan mudah terpengaruh isu pemecah ...
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
gaia musik festival
Ekonomi
PT KAI: Angkutan Batu Bara ...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Kembali Ter...
Otomotif
Supercar Lamborghini Temera...
Luar Negeri
Suriah Akhirnya Jatuhkan Hu...
Luar Negeri
Polandia Pulangkan Paksa 18...
Advertisement
gaia musik festival
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.