Warga Babel Bersiap-siap Terima Hujan Ekstrem
📅 Rabu, 07 Jan 2026, 14:38 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
PANGKALPINANG - Hujan ekstrem benar-benar akan terjadi di kawasan Babel. BMKG Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di Pulau Bangka dan Belitung, guna mengantisipasi bencana alam dampak cuaca ekstrem di daerah itu.
"Kami mengimbau masyarakat mewaspadai kondisi cuaca hari ini yang berpotensi terjadi banjir, sambaran petir, pohon tumbang dan lainnya," kata Kepala BMKG Pangkalpinang Tri Agus Pramono di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan peringatan dini cuaca di wilayah Kepulauan Babel pada Rabu, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir dan angin kencang di Kabupaten Bangka tersebar di Sungailiat, Merawang, Mendo Barat, Bakam dan Puding Besar.
Potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir dan angin kencang juga terjadi di Kabupaten Belitung di Sijuk, Kabupaten Bangka Tengah di Namang, Kabupaten Bangka Barat di Kelapa, Tempilang dan sekitarnya.
Selanjutnya di Kabupaten Belitung Timur berpotensi terjadi di Gantung, Kota Pangkalpinang di Bukit Intan, Taman Sari, Pangkalbalam, Rangkui, Gerunggang, Gabek, Girimaya dan sekitarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir dan angin kencang dapat meluas ke wilayah Belinyu, Pemali, Riau Silip Kabupaten Bangka, Tanjung Pandan, Selat, Nasik, Badau Kabupaten Belitung.
Wilayan Simpang Rimba, Payung Kabupaten Bangka Selatan, Koba, Pangkalan Baru, Sungai Selan, Simpang Katis, Lubuk Besar Bangka Tengah, Mentok, Simpang Teritip, Hebus, Parit Tiga Bangka Barat, Manggar, Dendang, Kelapa Kampit, Damar, Simpang Renggiang, Simpang Pesak dan sekitarnya Kabupaten Belitung Timur.
"Kami berharap masyarakat untuk mewaspadai kondisi cuaca ini, agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun kerugian harta benda," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tanjungpinang Rob
Sementara itu, banjir rob atau pesisir merendam sejumlah pusat pertokoan, ruas jalan, hingga rumah warga di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), khususnya yang terletak di kawasan pesisir.
Banjir yang dipicu air laut itu naik ke permukaan itu, di antaranya merendam toko-toko sembako di Pelantar II Tanjungpinang hingga setinggi betis orang dewasa dan mengakibatkan sejumlah barang milik pedagang tergenang air asin.
"Banjir rob sudah terjadi sejak awak Januari 2026, tapi hari ini kondisi air lebih tinggi, karena merembet ke dalam toko," kata Yohan, seorang pedang sembako di Pelantar II, Rabu. Selain itu, banjir rob juga merendam rumah warga di Kelurahan Sei Jang, Tanjungpinang, yang mencapai ketinggian betis orang dewasa.
Seorang warga sekitar Jufri menyebut air laut mulai masuk ke dalam rumahnya sekitar pukul 11.00 WIB. Ia bersama istri terpaksa mengevakuasi barang-barang elektronik dan perabotan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari terendam air laut. Sementara sejumlah anak-anak di Sei Jang memanfaatkan banjir rob sebagai wahana hiburan atau berenang gratis di ruas jalan dan halaman rumah mereka yang tergenang air.
"Banjir rob sudah jadi langganan kami setiap tahunnya, karena posisi yang dekat dengan laut," ucap Jufri. Kondisi rob turut meluas di wilayah pesisir Kelurahan Kampung Bugis. Sejumlah rumah warga terendam banjir, mulai dari halaman rumah, dapur, sampai ruang tamu. Banjir turut merendam di kawasan Senggarang hingga siang hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!