Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia-China Bahas Potensi Kerja Sama AI

📅 Sabtu, 13 Jun 2026, 09:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia-China Bahas Potensi Kerja Sama AI Doc: ANTARA
Ket. Ketua Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia-China (AICCC) yang juga Duta Besar RI untuk China pada 2005-2009 Sudrajat dalam acara "China-Indonesia Digital Economy Forum: From Vision to Action" di Jakarta, Kamis (11/6).

BEIJING – Dua lembaga kepakaran Indonesia dan China membahas potensi kerja sama di bidang ekonomi digital dan kecerdasan buatan (AI) antara kedua negara dalam acara "China-Indonesia Digital Economy Forum: From Vision to Action".

Acara yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (11/6) itu diselenggarakan oleh Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia-China (Association of Indonesia-China Economic, Social and Cultural Cooperation atau AICCC) asal Indonesia dan China Development Institute (CDI) dari Provinsi Guangdong, China.

"Hari ini adalah merupakan implementasi dari aspek ekonomi dan people to people contact. Tentu adalah ke fokus ekonomi di masa depan yaitu ekonomi digital, tapi bukan hanya soal teknologi, melainkan bagaimana memberdayakan masyarakat, menciptakan peluang, dan membentuk masa depan yang inklusif serta berkelanjutan," kata Ketua AICCC Sudrajat dalam keterangan yang diterima ANTARA, Jumat (12/6).

Acara itu dihadiri oleh sekitar 40 orang dari Indonesia maupun China yang berasal dari lembaga pakar, pelaku industri, maupun asosiasi terkait. 

"Pengguna ekonomi digital di Indonesia sangat besar, ini jadi salah satu peluang tapi bukan hanya jadi pasar, melainkan bagaimana menjadikannya untuk kesejahteraan rakyat," ucap Sudrajat yang juga merupakan Duta Besar RI untuk China pada 2005-2009.

Sedangkan Wakil Presiden CDI Guo Wanda mengatakan jumlah penduduk muda Indonesia yang besar didukung dengan tingkat penetrasi internet yang terus meningkat menjadikan kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor menyediakan peluang luas bagi sinergi digital antara China-Indonesia.

"Kecerdasan buatan adalah salah satu prioritas strategis China dalam lima tahun ke depan. AI akan diterapkan secara luas dan memberdayakan berbagai sektor di China, termasuk lembaga think tank seperti kami, sehingga hal ini menjadi peluang bagi China maupun Indonesia," ungkap Sudrajat.

Sementara Direktur Komunikasi Strategis Tencent, raksasa tekonologi China, Fanny Liao, dalam acara itu mengatakan pihaknya memandang penyebaran teknologi sebagai salah satu tujuan terpenting dari kecerdasan buatan.

Menurut Fanny, ketika model bahasa besar (large language model LLM) yaitu program AI dalam teks dengan kuantitas sangat besar yang berkualitas tinggi menjadi terjangkau dan praktis, maka para pengembang serta pelaku usaha secara alami akan menggunakannya.

Sedangkan Dosen ITB sekaligus Ketua Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) - konsorsium dari 21 universitas di Indonesia dan enam industri strategis -  Trio Adiono mengatakan semikonduktor dan AI juga sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia periode 2025–2029.

"Industri yang ingin kami fokuskan adalah semikonduktor fabless, yaitu desain cip. Pasar industri ini sangat besar dibandingkan sektor semikonduktor lainnya. Kami ingin memperluas kerja sama dengan pihak lain, termasuk China, dan membangun jaringan dengan industri, pemerintah, akademisi, dan komunitas, baik di dalam negeri maupun internasional," ucap Trio.

Peluang pertama kerja sama Indonesia-China, menurutnya, di bidang kontrol baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi. Sedangkan peluang kedua adalah layanan kesehatan karena masalah kesehatan di Indonesia sangat khas lokal dan masih membutuhkan banyak perbaikan dengan melibatkan AI.

"Karena solusi medis sangat diatur oleh regulasi, kita dapat bekerja sama dalam solusi medis, baik di tingkat cip, AI, maupun kedaulatan data. Salah satu prioritas Indonesia adalah solusi atas TBC, karena Indonesia memiliki masalah TBC terbesar kedua di dunia. Solusi digital dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah ini," kata Trio.

Peluang ketiga adalah pertanian cerdas mengingat ketahanan pangan masih menjadi persoalan sehingga efisiensi dapat ditingkatkan melalui penerapan teknologi pertanian berbasis AI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Harimau Sumatra Terekam Kamera Jebak di Hutan Harapan

30 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Harimau Sumatra Terekam Kam...
Nasional
Peringati Hari Lingkungan H...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp74.550/...

Indonesia-China Bahas Potensi Kerja Sama AI

1 jam lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Indonesia-China Bahas Poten...
Luar Negeri
Kemlu RI: Wamenlu AS ke Ind...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.