Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Dorong Asuransi Tekan Beban Belanja Kesehatan Mandiri Masyarakat

📅 Senin, 13 Apr 2026, 19:30 WIB | Oleh:
OJK Dorong Asuransi Tekan Beban Belanja Kesehatan Mandiri Masyarakat Doc: RRI/Zahrotin Aljannah
Ket. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti tingginya belanja kesehatan yang masih ditanggung langsung oleh masyarakat. Nilainya mencapai sekitar Rp175 triliun atau setara 28,8 persen dari total pembiayaan kesehatan nasional.

Kondisi ini menunjukkan peran asuransi kesehatan masih belum optimal. OJK pun mendorong penguatan asuransi untuk menekan beban masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah. Ia menyebut langkah ini dilakukan untuk menurunkan porsi pembayaran mandiri masyarakat.

"Ada 28,8 persen dari total pembelanjaan kesehatan, itu masih bayar pakai uang sendiri atau disebut dengan out of pocket. Nah 28,8 persen itu jumlahnya Rp175 triliun, itu yang kita mau turunkan," ujar Ogi di Jakarta, Senin (13/4).

Selain itu, OJK juga mendorong peningkatan kontribusi asuransi kesehatan komersial. Ia menyebut, saat ini porsinya masih sekitar lima persen dari total belanja kesehatan nasional.

"Kita mesti geser ke asuransi komersial yang saat ini masih lima persen dari total belanja kesehatan nasional. Nah itu kita mau tingkatkan, kita sekarang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan," ujar dia.

Sementara itu, pelaku industri menilai penguatan peran asuransi harus diikuti perbaikan kualitas bisnis. Industri asuransi kini tidak lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan premi.

Direktur Utama PT Asuransi ASEI Indonesia, Dody Dalimunthe, mengatakan industri kini lebih fokus pada keberlanjutan bisnis. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga kesehatan industri secara jangka panjang.

“Ke depan industri asuransi tidak lagi mengejar premi besar, tapi fokus pada kualitas bisnis dan keberlanjutan. Ini penting agar industri tetap sehat dan mampu memberikan perlindungan yang optimal bagi masyarakat,” ujar Dody.

Dengan langkah tersebut, diharapkan peran asuransi dalam pembiayaan kesehatan dapat meningkat. Sehingga beban masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan bisa semakin berkurang. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.