Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Pusat Bantu Jamban Sehat Keluarga Kurang Mampu di Penajam

📅 Sabtu, 13 Jun 2026, 09:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Pusat Bantu Jamban Sehat Keluarga Kurang Mampu di Penajam Doc: ANTARA
Ket. Gerbang Madani Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah pusat membantu anggaran pembangunan jamban atau fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) sehat bagi 163 keluarga kurang mampu di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, melalui dana alokasi khusus (DAK) 2026 senilai Rp1,5 miliar.

"Kebutuhan sanitasi sehat masih cukup besar," ujar Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara, Jimmy Julianto, di Penajam, Sabtu (13/6).

Ia mengaku masih banyak ditemukan jamban masyarakat yang belum memenuhi standar kesehatan dan lingkungan. Kebanyakan pembuangan limbah individual belum standar dikhawatirkan menimbulkan pencemaran dan bakteri, sehingga program jamban sehat terus didorong.

Program jamban sehat diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu yang masuk dalam basis data Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, termasuk kelompok yang memiliki risiko stunting.

Warga penerima bantuan mendapatkan septictank pabrikan berteknologi biofilter yang kedap dan lebih aman dibanding septictank konvensional yang umum digunakan masyarakat, serta kedalaman kisaran 1,65 meter dengan kapasitas 800 liter sesuai standar Kementerian Pekerjaan Umum.

Bantuan diberikan melalui pola swakelola dengan pendampingan fasilitator. Penerima bantuan memperoleh material utama pembangunan jamban, mulai dari septictank, pipa, bilik hingga kloset.

"Tahun ini pemerintah pusat mengalokasikan DAK sekitar Rp1,5 miliar untuk jamban sehat bagi 163 kepala keluarga menjadi sasaran program," tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga mengalokasikan dana pendamping melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) kabupaten kisaran Rp400 juta, untuk perbaikan bilik dan kloset.

"Tangki bawah tanah kedap air (septictank) dan pipa jamban sehat dibiayai melalui DAK dari pemerintah pusat," katanya.

Penerima program yang masuk dalam upaya penanggulangan kemiskinan tersebut, yakni 110 kepala keluarga di Kelurahan Maridan dan 53 kepala keluarga di Kelurahan Riko.

Sejak 2024, pemerintah kabupaten membangun jamban sehat bagi 11 keluarga kurang mampu di Kelurahan Pantai Lango, dan pada 2025 dibangun jamban sehat untuk 23 unit di Desa Babulu Laut, dana pembangunan bersumber dari APBD kabupaten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Delapan Korban Speedboat Te...

Harimau Sumatra Terekam Kamera Jebak di Hutan Harapan

44 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Harimau Sumatra Terekam Kam...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.