Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Efek Domino Korupsi MBG, Kapolres Bekasi Diterpa Isu Terlibat

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 08:29 WIB | Oleh:
Efek Domino Korupsi MBG, Kapolres Bekasi Diterpa Isu Terlibat Doc: ist
Ket. rayahan anggaran mbg

BEKASI – Isu korupsi makan bergizi gratis (MBG) mulai menyerempet-nyerempet ke mana-mana. Kalaukemarin Kepala MBG yang baru, Nanik S Deyang, marah karena dikaitkan masalah ini, sekarang Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol Sumarni pun tak luput. Namun, dia membantah tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang diselidiki Kejaksaan Agung.

"Saya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam dugaan penyimpangan program MBG maupun aktivitas di lingkungan Badan Gizi Nasional," katanya di Cikarang, Kamis.

Sebelumnya, nama Sumarni muncul dalam unggahan viral di media sosial yang memuat daftar pihak yang disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut.

Daftar itu mencantumkan sejumlah nama politisi, pejabat hingga aparat penegak hukum.

Sumarni mengaku hanya pernah menjalin komunikasi dengan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya terkait permohonan pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Pondok Pesantren Buntet, Cirebon.

"Saya pernah diminta tolong oleh yang bersangkutan untuk membantu pembuatan SPPG di lingkungan pondok pesantren wilayah Cirebon. Itu saja, tidak ada yang lain," ujarnya.

Dia menyatakan komunikasi yang terjalin dengan Sony Sonjaya hanya sebatas pembahasan usulan pendirian unit layanan dapur SPPG dan tidak pernah menyentuh persoalan proyek maupun keuangan.

"Cuma komunikasi saja. Banyak pihak dan banyak tokoh yang katanya akan diberikan SPPG. Tapi pada akhirnya juga tidak terealisasi," katanya.

Ia menjelaskan sejumlah pihak yang sebelumnya dijanjikan akan mendapatkan program SPPG sempat menyampaikan keluhan karena tidak ada kejelasan realisasi dan atas dasar itu dirinya menghubungi Sony Sonjaya untuk meminta penjelasan.

"Saya mengobrol dan diskusi dengan beliau, mohon izin Jenderal, minta tolong untuk SPPG karena banyak yang merasa hanya di-PHP. Itu saja. Tidak ada bayar-membayar. Saya tidak dibayar, saya juga tidak bayar dan tidak mendapatkan keuntungan apa pun," ujarnya.

Sumarni kembali menepis isu yang menyebut dirinya terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi tata kelola MBG.

"Enggak benar itu. Saya tidak ada terlibat korupsi di BGN. Dulu saya hanya minta bantuan untuk Pondok Pesantren Buntet agar bisa didirikan SPPG," kata dia.

Kejaksaan Agung masih mendalami keterangan sejumlah pihak terkait dugaan penyimpangan tata kelola program MBG.

Penyidik juga menelusuri nama-nama yang disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya yang kini telah berstatus tersangka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Danantara Terbitkan Obligas...

Piala Dunia, Son Siap Pimpin Korea Menghadapi Ceko

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Son Siap Pimpi...
Megapolitan
Kebakaran Landa Dua Area Ja...
Ekonomi
Rupiah Masih Tertekan, 12 J...
Megapolitan
Ayo ke Jakarta Fair, Membid...
Megapolitan
Efek Domino Korupsi MBG, Ka...
Olahraga
Mourinho Kembali ke Madrid:...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.