MBG Jadi Mesin Ekonomi Desa, Pemkab Natuna Dorong Serapan Hasil Tani Lokal
📅 Rabu, 07 Jan 2026, 16:05 WIB | Oleh: Tim PenulisDKPP Natuna, lanjut dia, telah melakukan koordinasi dengan para mitra pelaksana, program MBG. Bahkan, DKPP Natuna telah meminta mitra MBG untuk memastikan kejelasan harga komoditas pertanian lokal seperti kacang panjang, sawi, dan sayuran lainnya.
Menurut dia, perlu ada daftar harga dari mitra SPPG sebagai dasar penetapan harga kesepakatan bersama. Hal tersebut penting agar petani memiliki kepastian harga, sekaligus memastikan kerja sama pemanfaatan komoditas lokal dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Bagi kami yang terpenting adalah keberlanjutan kerja sama komoditas lokal. Selain itu, dengan melibatkan produk lokal, pengawasan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga menjadi lebih mudah,” ucap dia.
Ia menilai, apabila seluruh kebutuhan pangan justru dipenuhi dari luar daerah dengan alasan harga lebih murah, maka manfaat ekonomi bagi petani lokal tidak akan dirasakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, dari sisi mutu, komoditas dari luar daerah dinilai tidak jauh berbeda dengan produk lokal yang justru lebih segar.
“Kita juga belum bisa menjamin komoditas dari luar benar-benar terjaga, baik dari segi kesegaran maupun kandungan pestisida. Harga yang murah bisa saja disebabkan penggunaan bahan tertentu agar produk lebih tahan lama, dan ini tentu berpotensi berdampak pada kesehatan anak-anak kita ke depan,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!