Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sudaryono: Awasi Makan Bergizi Gratis Lewat Sistem

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 13:10 WIB | Oleh:
Sudaryono: Awasi Makan Bergizi Gratis Lewat Sistem Doc: Koran Jakarta/Safira Salsabilla
Ket. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan komitmen lembaganya dalam memperkuat sistem pengawasan dan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program strategis pemerintah berjalan secara transparan, profesional, dan akuntabel.

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan komitmen lembaganya dalam memperkuat sistem pengawasan dan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program strategis pemerintah berjalan secara transparan, profesional, dan akuntabel.

Komitmen tersebut disampaikan Sudaryono saat sesi tanya jawab bersama media usai peresmian Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Centre BGN di Jakarta, Rabu (29/7). Menurutnya, penguatan tata kelola menjadi salah satu fokus utama agar setiap tahapan pelaksanaan program dapat diawasi dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Sudaryono menjelaskan, BGN saat ini tengah melakukan pembenahan di berbagai aspek penyelenggaraan Program MBG. Salah satunya melalui penguatan mekanisme pengawasan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik, dengan berbagai persoalan dipetakan berdasarkan tingkat urgensinya agar penyelesaiannya dapat dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran.

Dalam proses pembenahan tersebut, BGN juga membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai pihak untuk memberikan masukan. Menurut Sudaryono, pengawasan dari masyarakat, media, akademisi, maupun para ahli yang memiliki kompetensi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG.

“Kita intinya ingin diawasi oleh orang-orang yang kompeten. Kami sangat membuka diri terhadap segala masukan dan kami pasti akan sangat bersyukur manakala kita dibantu biar betul-betul beres semua,” ujar Sudaryono.

Ia menegaskan, penguatan tata kelola tidak boleh bergantung pada figur atau individu tertentu. Sebaliknya, seluruh proses pelayanan, pengawasan, hingga pengambilan keputusan harus dibangun melalui sistem yang kuat agar mampu berjalan secara konsisten, transparan, dan berkelanjutan.

“Trust in system, not trust in person,” tegas Sudaryono.

Menurutnya, penerapan tata kelola berbasis sistem akan memperkuat integritas organisasi sekaligus meningkatkan akuntabilitas dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Dengan sistem yang baik, setiap proses pengawasan maupun penyelesaian persoalan dapat dilakukan secara lebih profesional, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

BGN optimistis penguatan sistem pengawasan yang terus dilakukan akan meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program MBG. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.

Melalui pembenahan tata kelola dan pengawasan yang berkelanjutan, BGN menargetkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif, transparan, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.