Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MBG Jadi Mesin Ekonomi Desa, Pemkab Natuna Dorong Serapan Hasil Tani Lokal

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 16:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
MBG Jadi Mesin Ekonomi Desa, Pemkab Natuna Dorong Serapan Hasil Tani Lokal Doc: ANTARA/ Andi Firdaus
Ket. Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilegon, Banten, mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dikirim ke sejumlah sekolah di sekitarnya.

NATUNA – Pemanfaatan dan pembelian hasil pertanian lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki nilai strategis ganda, yakni memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi perdesaan.

Skema ini menciptakan kepastian serapan bagi petani, menekan rantai distribusi yang panjang, serta menjaga kesegaran dan kualitas bahan pangan.

Dalam jangka menengah, integrasi MBG dengan produksi lokal berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian, stabilitas harga, dan keberlanjutan program melalui efisiensi biaya serta penguatan basis pasokan domestik.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna Provinsi Kepulauan Riau mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di wilayah setempat, agar memanfaatkan dan membeli hasil pertanian lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Wan Syazali di Natuna, Rabu (7/1), mengatakan SPPG harus membantu pemerintah daerah meningkatkan perekonomian petani lokal sekaligus menciptakan efek berganda dari pelaksanaan Program MBG.

Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan sektor pertanian dan perekonomian daerah.

Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan tujuan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

“Program MBG ini diharapkan memberikan dampak berlapis. Selain meningkatkan asupan gizi, juga mendorong peningkatan pendapatan petani melalui penyerapan hasil pertanian lokal,” ucap Wan Syazali.

Ia menyebutkan Pemerintah Kabupaten Natuna mendorong SPPG untuk menyerap berbagai komoditas pertanian lokal seperti sayur-mayur, telur, hingga produk hortikultura lainnya yang dihasilkan petani setempat.

Saat ini, lanjut dia, terdapat lima SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Natuna. Ke depan, jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai 26 SPPG yang tersebar di sejumlah wilayah.

Ia menyarankan SPPG melakukan kerja sama saling menguntungkan dengan petani setempat.

“Dengan jumlah SPPG yang akan terus bertambah, tentu kebutuhan bahan pangan juga meningkat. Ini menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk memasok kebutuhan program MBG,” katanya.

Wan Syazali menambahkan, pihaknya siap memfasilitasi koordinasi antara petani, kelompok tani, dan pengelola SPPG agar rantai pasok pangan lokal dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.

“Harapannya, program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Natuna secara menyeluruh,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Prabowo Bawa 3 Pesan Pentin...

Kondisi Gelombang Tinggi di Perairan Aceh Barat

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kondisi Gelombang Tinggi di...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.