Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Bandung Fokus Meminimalisir Dampak Negatif dari BRT

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 00:30 WIB | Oleh:
Wali Kota Bandung Fokus Meminimalisir Dampak Negatif dari BRT Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan tidak menunggu kepastian lelang proyek Bus Rapid Transit (BRT) dari pemerintah pusat. Pemkot Bandung memilih fokus pada antisipasi risiko yang berpotensi muncul jika BRT beroperasi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebutkan terdapat dua dampak utama yang menjadi perhatian yakni hilangnya parking on street dan penurunan aktivitas ekonomi ritel di sepanjang koridor BRT.

“Kalau parkir di Ahmad Yani, Sudirman, Asia Afrika, dan Otista dilarang, maka konsekuensinya besar. Orang mau belanja pasti mikir, parkirnya di mana?” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (5/1).

Menurut Wali Kota Farhan, pengalaman di berbagai kota menunjukkan bahwa perubahan sistem transportasi massal kerap memicu penolakan, terutama dari pelaku usaha yang khawatir kehilangan pelanggan.

“Kita tidak menutup mata. Toko-toko bisa terdampak kalau tidak disiapkan solusi parkir yang layak,” kata dia.

Oleh karena itu, Pemkot Bandung memposisikan diri sebagai pihak yang aktif mengantisipasi, bukan reaktif.

Salah satunya dengan mempercepat penyediaan fasilitas parkir alternatif dan melakukan sosialisasi secara bertahap kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Menurut dia, Pemkot Bandung akan tetap menjalankan tugasnya untuk memastikan mitigasi risiko dilakukan secara maksimal.

“Tugas kami adalah menyiapkan solusi dan terus berdialog,” pungkas dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

andreas daud
andreas daud
08 Jan 2026, 15:04 WIB.

Susah nya masyarakat mau di ajak tertib.atuh klo mau belanja ga usah bawa mobil pribadi, naik BRT hemat irit ga pusing cari parkir. Belum di coba udah pada khawatir.

Balas
⤴️ Balasan untuk andreas daud
Yogi Gunawan
Yogi Gunawan
08 Jan 2026, 17:49 WIB.

mikir bro,, seberapa lebar jalanan dikota bandung, jalan soekarno hatta aja yg terbesar dibandung masih suka macet, apalagi jalanan yg lain lebih kecil gimana jadinya.

Balas
BRO BUDH
BRO BUDH
08 Jan 2026, 15:20 WIB.

Kan sy mah urang kampung atuh, kalo ke kota teh maunya sekalian ke bbrp tempat, kalo ga ada tempat parkir mah riweuh atuh

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.