Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Prabowo Ingatkan Akan Bahaya Ketergantungan Impor di Tengah Konflik Global

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 18:33 WIB | Oleh:
Presiden Prabowo Ingatkan Akan Bahaya Ketergantungan Impor di Tengah Konflik Global Doc: antara foto
Ket. Presiden RI Prabowo Subianto saat Retret Jilid II di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan publik akan bahaya ketergantungan impor di tengah konflik global yang terus bergejolak saat memimpin Retret Jilid II di Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Selasa (6/1).

Ia mengatakan pasokan pangan domestik dapat ikut terancam apabila Indonesia terlalu bergantung pada impor dari negara-negara yang tengah dilanda tensi geopolitik.

"Sekarang, Thailand dan Kamboja perang terus. Setelah perang, negosiasi, gencatan senjata, damai, kemudian meletus lagi. Dalam keadaan seperti itu, bayangkan, amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik?” katanya dalam Taklimat Awal Tahun.

Pada tahun-tahun sebelumnya, kata Presiden, Indonesia kerap mengimpor beras dari kedua negara tersebut untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Namun, konflik berkepanjangan di antara Thailand dan Kamboja berpotensi mengganggu rantai pasok dan suplai beras apabila ketergantungan impor terus berlanjut.

Selain itu, Presiden Prabowo juga mengingatkan pengalaman pahit pada masa pandemi Covid-19, ketika sejumlah negara pengekspor pangan menutup keran ekspornya demi mengamankan kebutuhan domestik masing-masing.

Kondisi tersebut membuat banyak negara, termasuk Indonesia, kesulitan mengimpor pangan meski memiliki kemampuan finansial.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa target swasembada pangan yang dijalankan pemerintah saat ini sudah sangat tepat dan relevan untuk mengantisipasi ketidakpastian global.

Ia menyebut swasembada pangan merupakan bagian dari strategi transformasi nasional yang disusun secara tertulis, terukur, dan berbasis kajian jangka panjang guna memperkuat kemandirian bangsa.

“Bangsa Indonesia harus mandiri. Bangsa Indonesia harus berdikari, dan di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan. Tidak ada bangsa yang merdeka bilamana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyat,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia telah mampu menghindari risiko tersebut setelah berhasil mencapai swasembada pangan pada tahun lalu.

Hal itu, lanjut Presiden Prabowo, dibuktikan dengan jumlah cadangan beras pemerintah pada kisaran tiga juta ton per 31 Desember 2025.

“Dan saya juga cukup merasa besar hati, bangga, bahwa hari ini cadangan beras di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Indonesia,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...
Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.