Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengeditan Gen Dapat Hilangkan Kromoson Penyebab Sindrom Down

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 06:23 WIB | Oleh:

Pertimbangan Etis

Terlepas dari kemajuan ilmiah, kemungkinan menghilangkan sindrom Down secara genetik memunculkan pertanyaan etis yang mendalam. Di beberapa negara, seperti Islandia, prevalensi sindrom Down menurun drastis akibat skrining prenatal dan keputusan terminasi kehamilan—sebuah tren yang memicu perdebatan global.

“Ketika kita mendengarkan suara penyandang sindrom Down dan keluarga mereka, banyak yang merasa terganggu dengan gagasan penghapusan kondisi ini,” kata Astridur Stefansdottir, profesor etika terapan di Universitas Islandia, kepada ABC News Australia.

Tim peneliti Jepang menegaskan bahwa tujuan mereka bukan menghapus sindrom Down dari masyarakat, melainkan memahami bagaimana pengeditan gen dapat mengurangi beban biologis yang menyertai kondisi tersebut.

Sindrom Down diketahui berkaitan dengan berbagai masalah medis. Hampir 50 persen individu dilahirkan dengan cacat jantung bawaan, terutama defek septum atrioventrikular. Risiko gangguan pencernaan, disfungsi tiroid, kelainan sistem imun, serta Alzheimer onset dini juga lebih tinggi.

Para ilmuwan meyakini bahwa kromosom 21 tambahan meningkatkan produksi protein prekursor amiloid, yang memicu penumpukan plak beta-amiloid di otak—ciri khas penyakit Alzheimer. Hal ini menjelaskan mengapa risiko demensia pada individu dengan sindrom Down tiga hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum.

Dengan menghilangkan kromosom tambahan, para peneliti berharap dapat mengurangi atau menunda munculnya komorbiditas tersebut. Namun, mereka menegaskan bahwa penerapan klinis masih memerlukan waktu.

“Teknologi ini belum siap digunakan di rumah sakit,” kata Hashizume. “Namun, penelitian ini menetapkan tolok ukur baru bagi CRISPR bukan hanya mengedit gen tunggal, tetapi juga menargetkan seluruh kromosom.”

Publikasi studi ini di PNAS Nexus menandai langkah penting dalam pengeditan gen tingkat kromosom. Ke depan, tim peneliti berencana melakukan pemantauan jangka panjang terhadap sel yang dimodifikasi serta mengeksplorasi kemungkinan penerapan in vivo. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Cari Samsat Keliling Terdek...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Michael Olise Pimpin Prancis Hancurkan Belgia 4-1

Hasil UEFA Nations League: Michael Olise Pimpin Prancis Hancurkan Belgia 4-1

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.