Bukan Hanya Militer, Taiwan Sebut Tiongkok Kini Gencarkan Perang Siber
📅 Senin, 05 Jan 2026, 21:31 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/DANIEL SHIH
TOKYO - Taiwan mencatat rata-rata 2,63 juta upaya serangan siber per hari yang berasal dari Tiongkok daratan sepanjang 2025, meningkat sekitar enam persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Serangan tersebut terutama menargetkan infrastruktur vital, ungkap laporan Biro Keamanan Taiwan yang dirilis akhir pekan lalu.
Laporan itu menyebutkan sektor energi, layanan penyelamatan darurat, dan rumah sakit mengalami lonjakan serangan paling signifikan.
Tren tersebut dinilai mencerminkan upaya yang disengaja untuk melemahkan infrastruktur kritis Taiwan serta mengganggu, bahkan melumpuhkan, fungsi pemerintahan dan kehidupan sosial di pulau itu.
Biro Keamanan menambahkan, serangan siber tersebut kerap dilakukan bersamaan dengan tekanan politik dan militer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aktivitas peretasan dari Tiongkok daratan tercatat meningkat saat Taiwan menggelar upacara penting, mengeluarkan pernyataan kebijakan utama, atau ketika pejabat senior melakukan kunjungan ke luar negeri.
Puncak serangan terjadi pada Mei 2025, bertepatan dengan peringatan satu tahun pelantikan Presiden Taiwan Lai Ching-te.
Lonjakan berikutnya terdeteksi pada November, saat Wakil Presiden Hsiao Bi-khim melakukan kunjungan ke Eropa, sebagaimana tercantum dalam laporan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Otoritas Tiongkok sebelumnya mengecam Lai dan Hsiao sebagai tokoh separatis.
Beijing memandang Taiwan yang berpemerintahan sendiri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok dan berulang kali menyatakan tekad untuk menyatukannya kembali, termasuk dengan penggunaan kekuatan jika dianggap perlu.
Pekan lalu, militer Tiongkok menggelar latihan berskala besar di sekitar Taiwan yang disebut sebagai “peringatan keras” terhadap separatisme dan campur tangan pihak luar.
Pemerintah Taiwan menyatakan bahwa latihan militer tersebut juga disertai kampanye disinformasi.
Media milik negara Tiongkok menayangkan rekaman yang diklaim sebagai video drone di sekitar Taipei 101, gedung pencakar langit ikonik di pusat Taipei.
Namun, Kementerian Pertahanan Taiwan menepis video itu sebagai bagian dari “taktik perang kognitif”.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!