Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Energi Akut, Kuba Ambil Langkah Berani Reformasi Ekonomi

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 23:45 WIB | Oleh:
Krisis Energi Akut, Kuba Ambil Langkah Berani Reformasi Ekonomi Doc: AFP

BOGOTA - Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, Sabtu (13/6), mengumumkan paket reformasi menyeluruh yang bertujuan menghidupkan kembali perekonomian, mengurangi sentralisasi, dan memberikan otonomi yang lebih besar kepada berbagai sektor masyarakat.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, Diaz-Canel menegaskan bahwa reformasi tersebut bukan dilakukan sebagai respons terhadap tekanan dari Amerika Serikat, melainkan untuk memperkuat model ekonomi negara itu.

“Negara ini tidak tinggal diam. Negara ini secara cerdas menghadapi seluruh keadaan. Kami tidak dapat mengungkapkan secara terbuka semua yang kami lakukan karena musuh mengawasi setiap langkah yang kami ambil. Respons kami harus berupa persatuan dan solidaritas,” kata Diaz-Canel.

Ia menjelaskan bahwa paket reformasi tersebut akan diajukan dalam beberapa pekan mendatang kepada Biro Politik Partai Komunis Kuba (PCC), salah satu lembaga pengambil keputusan tertinggi di Kuba, sebelum dibahas oleh Majelis Nasional Kekuasaan Rakyat yang merupakan parlemen unikameral negara itu.

Dalam usulan reformasi tersebut, para produsen pertanian akan memperoleh fleksibilitas yang lebih besar. Pemerintah juga akan menghapus peran wajib perusahaan negara sebagai perantara dalam perdagangan luar negeri serta mencabut pembatasan impor kendaraan.

Diaz-Canel menambahkan bahwa pemerintah ingin mendorong investasi asing dan akan memberikan hak yang sama kepada warga Kuba yang tinggal di luar negeri seperti yang dinikmati penduduk di dalam negeri.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pemerintahan dan mengurangi birokrasi, jumlah kementerian akan dikurangi dari 27 menjadi 20.

Presiden Kuba juga mengumumkan penghapusan subsidi produk secara bertahap. Bantuan sosial nantinya akan difokuskan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Tahap Baru Pariwisata

Sebagai bagian dari reformasi, Kuba berencana membuka sektor pariwisata bagi model bisnis dan operator baru. Langkah tersebut diambil setelah sejumlah perusahaan asing mengurangi atau menghentikan kegiatannya di negara tersebut akibat sanksi Amerika Serikat.

Beberapa jaringan hotel internasional, termasuk Melia Hotels International, Iberostar, Blue Diamond Resorts, dan Archipelago International, mengumumkan penghentian sebagian atau seluruh operasional mereka di Kuba pada Juni akibat sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat.

Keputusan tersebut memunculkan ketidakpastian terhadap masa depan sekitar 50 hotel, yang sebagian besar dimiliki negara dan dikelola melalui Gaviota, anak perusahaan dari holding yang dikendalikan militer, GAESA.

Industri pariwisata Kuba menghadapi kesulitan sejak pandemi COVID-19. Namun, pengetatan sanksi oleh Amerika Serikat sejak Januari semakin memperburuk kondisi dengan memicu penurunan tajam jumlah wisatawan asing.

Situasi tersebut mendorong banyak perusahaan asing, termasuk operator hotel dan maskapai penerbangan, meninggalkan Kuba.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.