Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geliat Energi Bersih: Jepang Studi Logam Tanah Jarang Greenland

2 Minggu, 14 Jun 2026, 23:38 WIB | Oleh:
Geliat Energi Bersih: Jepang Studi Logam Tanah Jarang Greenland Geliat Energi Bersih: Jepang Studi Logam Tanah Jarang Greenland Doc: Steffen Trumpf/Getty Images

TOKYO - Pemerintah Jepang akan mengutus sejumlah pakar ke Greenland di musim panas tahun ini untuk mempelajari potensi penambangan logam tanah jarang dan mineral-mineral strategis lainnya, lapor harian Nikkei.

Menurut laporan itu, para ahli akan berkonsultasi dengan Pemerintah Otonom Greenland serta meninjau lokasi tambang yang saat ini sedang dipersiapkan untuk kegiatan penambangan logam tanah jarang.

Langkah tersebut dilakukan Jepang sebagai upaya mendiversifikasi sumber pasokan logam tanah jarang di tengah tingginya ketergantungan pasar global terhadap Tiongkok. Saat ini, Tiongkok menyumbang sekitar 70 persen produksi logam tanah jarang dunia, termasuk disprosium, mineral yang menjadi komponen penting dalam mesin kendaraan listrik.

Nikkei melaporkan bahwa Survei Geologi Amerika Serikat (US Geological Survey/USGS) memperkirakan cadangan logam tanah jarang Greenland mencapai 1,5 juta ton, menempatkan wilayah tersebut di peringkat ke-delapan dunia.

Berdasarkan potensi tersebut, Jepang berencana mempelajari jenis sumber daya yang tersedia, besaran cadangan, serta biaya produksi guna menilai kelayakan dan skala investasi yang dapat dilakukan perusahaan-perusahaan Jepang di masa mendatang.

Pada November 2025, delegasi gabungan pemerintah dan sektor swasta Jepang telah mengunjungi sebuah tambang feldspar yang beroperasi di Greenland.

Menurut Nikkei, pihak Jepang menilai tambang tersebut tetap memiliki potensi bisnis meskipun beroperasi di lingkungan dengan kondisi cuaca yang sangat dingin.

Feldspar adalah kelompok mineral silikat yang menjadi salah satu komponen utama pembentuk kerak bumi. Mineral ini sangat umum ditemukan pada batuan beku, metamorf, maupun sedimen. Adapun kerak bumi tersusun atas sekitar 60 persen feldspar, 12 persen kuarsa, dan sisanya berbagai mineral lain.

Karena itu, feldspar termasuk mineral paling melimpah di Bumi, meskipun nilainya secara ekonomi umumnya tidak setinggi logam tanah jarang, emas, tembaga, atau litium. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
CELIOS: Perluasan Pajak Dig...
Luar Negeri
Warga Asli Minang Itu Menja...

The Weeknd Rilis Single “Hong Kong”

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
The Weeknd Rilis Single “...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.