Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cirebon–Kuningan Sepakat Bergerak Cegah Banjir dari Hulu ke Hilir

📅 Jumat, 02 Jan 2026, 22:50 WIB | Oleh:
Cirebon–Kuningan Sepakat Bergerak Cegah Banjir dari Hulu ke Hilir Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Ket. Peristiwa banjir yang melanda sejumlah titik di Cirebon, Jawa Barat, pada Desember 2025.

KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan sepakat memperkuat penanganan banjir secara terpadu dari wilayah hulu hingga hilir, menyusul banjir yang melanda Cirebon pada Desember 2025.

Bupati Cirebon Imron di Kuningan, Jumat, mengatakan penanganan banjir di wilayahnya tidak dapat dilakukan secara parsial karena berada di hilir dan sangat bergantung pada kondisi lingkungan di Kabupaten Kuningan sebagai daerah hulu.

Kondisi ekosistem di wilayah hulu, kata dia, berpengaruh langsung terhadap besarnya debit air yang mengalir ke wilayah hilir, terutama saat curah hujan tinggi.

“Oleh karenanya, kami meyakini kelestarian alam di wilayah hulu harus dijaga secara komprehensif karena menjadi kunci pengendalian banjir,” katanya.

Ia menyebutkan salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian bersama, yaitu keberadaan bangunan liar di bantaran sungai dan kawasan resapan air, baik di wilayah hulu maupun hilir.

Menurut dia, bangunan tersebut bisa menghambat aliran air serta mengurangi fungsi kawasan resapan sehingga meningkatkan potensi banjir.

Sebagai langkah konkret, ia menyampaikan kedua daerah sepakat melakukan penanaman pohon di kawasan perbatasan untuk meningkatkan daya serap air.

Selain itu, Pemkab Cirebon akan memperkuat pengendalian sungai melalui program normalisasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

“Ke depan, kami menerapkan sanksi tegas terhadap masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai karena kebiasaan tersebut menjadi salah satu penyebab banjir,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan pembangunan kolam retensi di wilayah hulu perlu didorong agar aliran air hujan tidak langsung menuju wilayah hilir.

Pemkab Kuningan, kata dia, berkomitmen meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan, terkait pentingnya menjaga lingkungan.

Dian menilai tantangan dalam penanganan banjir semakin kompleks, seiring kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

Kendati begitu, ia menegaskan penanganan banjir harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga April 2026,” ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.