Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BLT Kesra Rp900 Ribu Cair Sampai 31 Desember 2025, Ini Risiko Jika KPM Telat Ambil

📅 Selasa, 30 Des 2025, 18:45 WIB | Oleh:
BLT Kesra Rp900 Ribu Cair Sampai 31 Desember 2025, Ini Risiko Jika KPM Telat Ambil Doc: Humas Kemensos
Ket. Mensos Saifullah Yusuf di Jakarta pada Senin (29/13/2025) mengimbau seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk segera mencairkan dana Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) sebelum batas waktu berakhir pada 31 Desember 2025.

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) mengingatkan seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar segera mencairkan dana Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat atau BLT Kesra sebelum batas akhir penyaluran pada 31 Desember 2025. Imbauan ini disampaikan agar hak penerima tidak gugur dan dana bantuan tidak ditarik kembali oleh negara.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pencairan tepat waktu menjadi kunci agar bantuan sosial benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, keterlambatan mencairkan bantuan berpotensi merugikan KPM sendiri.

"BLT Kesra merupakan instrumen strategis perlindungan sosial pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan menjelang pergantian tahun," kata Mensos Saifullah Yusuf di Jakarta.

Pada tahap akhir penyaluran ini, KPM berhak menerima dana rapel dengan nilai total mencapai Rp900.000. Nominal tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga menjelang tutup tahun.

Mensos menjelaskan, bantuan yang tidak dicairkan hingga tenggat waktu akan otomatis ditutup oleh sistem. Selain itu, dana yang belum ditarik akan dikembalikan ke kas negara sesuai ketentuan anggaran.

"KPM berisiko kehilangan hak akses bantuan pada periode berjalan," imbuhnya.

Terkait mekanisme pencairan, Kemensos menyalurkan BLT Kesra melalui dua jalur utama. Jalur pertama melalui Bank Himbara bagi penerima yang memiliki rekening, sementara jalur kedua melalui PT Pos Indonesia untuk wilayah tertentu atau KPM non-rekening.

Saat melakukan pencairan, penerima diwajibkan membawa dokumen asli berupa KTP dan Kartu Keluarga sebagai syarat administrasi. Ketentuan ini diberlakukan untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang benar.

Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data bersama Badan Pusat Statistik (BPS), dari target awal sekitar 35 juta jiwa, tercatat sebanyak 28 juta orang dinyatakan layak menerima BLT Kesra. Proses pemutakhiran data ini dilakukan untuk menjaga ketepatan sasaran.

"Kami ingin memastikan penyaluran bansos Rp900 ribu ini tepat sasaran. Saat ini kami bersama Dirut PT Pos meninjau langsung penyaluran di lapangan untuk memastikan masyarakat mendapatkan haknya tepat waktu," ujar Saifullah.

Kemensos juga mengimbau masyarakat agar aktif mengecek status kepesertaan secara mandiri. Langkah ini penting untuk menghindari hoaks dan informasi palsu terkait bantuan sosial.

Pengecekan dapat dilakukan melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan data wilayah dan nama sesuai KTP. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan aplikasi resmi "Cek Bansos" yang tersedia di Google Play Store dan App Store.

Alternatif lain, informasi penerima BLT Kesra juga dapat diperoleh melalui pengumuman di tingkat RT/RW, kelurahan, atau surat undangan resmi dari PT Pos Indonesia. Kanal ini disiapkan untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses digital.

Kemensos berharap dana BLT Kesra yang nilainya cukup signifikan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh keluarga penerima. Bantuan tersebut diharapkan membantu mencukupi kebutuhan pokok di penghujung tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.