Russia Kirim Senjata dan Pasukan Dukung Junta Militer Madagaskar
📅 Rabu, 24 Des 2025, 05:18 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
ANTANANARIVO - Russia baru-baru ini dilaporlam mendukung junta militer di Madagaskar dengan pasokan senjata dan mengirim personel militernya sendiri ke negara tersebut.
Hal ini dilaporkan oleh Bloomberg dengan mengutip Ketua Majelis Nasional Siteny Randrianasulunyayka, yang memimpin oposisi sebelum peristiwa Oktober lalu.
Dari Militarny, menurutnya, pada Sabtu (20/12), sebuah pesawat militer Russia tiba di bandara internasional dekat ibu kota, Antananarivo, membawa 40 tentara dan 43 kotak senjata.
Pengiriman tersebut mencakup berbagai jenis senapan serbu dan senapan sniper, serta sistem rudal anti-tank.
Senjata-senjata itu diserahkan kepada Pengawal Presiden “dalam kerangka kerja sama antarnegara yang sah,” tegas Randrianasuluniayku.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga mencatat bahwa delegasi Russia bertemu dengan pemimpin militer negara itu, Michael Randrianirina, di mana kedua pihak membahas kerja sama ekonomi.
“Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperkuat potensi angkatan bersenjata Madagaskar. Delegasi [Rusia] dengan jelas menyatakan kes readinessannya untuk mendukung Madagaskar, khususnya dalam pelatihan dan penguatan kapasitas angkatan bersenjata kami,” kata Randrianasulunyayka.
Randrianirina, yang memimpin kudeta pada bulan Oktober, sebelumnya melaporkan perjalanan rahasia ke Dubai dari tanggal 9 hingga 11 Desember. Tanpa mengungkapkan tujuannya, ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak diumumkan kepada publik karena alasan keamanan pribadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kudeta militer di Madagaskar terjadi pada 14 Oktober setelah protes anti-pemerintah dan pelarian Presiden Andry Rajoelina ke Prancis.
Beberapa hari setelah kudeta, Randrianirina, komandan unit elit militer Army Corps of Personnel and Administrative and Technical Services (CAPSAT), dilantik sebagai presiden.
Secara umum, Rusia terus meningkatkan kehadiran militernya di Afrika.
Secara khusus, pada malam tanggal 14 Desember 2025, sebuah pesawat angkut militer Rusia Il-76 dengan nomor registrasi RF-78803 terlihat di Bandara Ouagadougou di Burkina Faso.
Berdasarkan informasi yang tersedia, ada sekitar 50 personel militer Rusia di dalam pesawat tersebut.
Kemungkinan besar, mereka adalah perwakilan dari apa yang disebut "Korps Afrika" Rusia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!