Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

US Steel dan Nippon Steel Menggugat Keputusan Biden untuk Memblokir Merger

📅 Rabu, 08 Jan 2025, 00:02 WIB | Oleh:
US Steel dan Nippon Steel Menggugat Keputusan Biden untuk Memblokir Merger Doc: Istimewa
Ket. US Steel dan Nippon mengajukan gugatan atas keputusan Presiden Joe Biden untuk memblokir merger dengan alasan keamanan nasional.

NEW YORK - Nippon Steel dan US Steel pada hari Senin (6/1) mengajukan gugatan atas keputusan Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk memblokir rencana akuisisi raksasa Jepang itu terhadap pesaingnya di Amerika, dengan menuduh pemerintahannya melakukan campur tangan ilegal dalam transaksi besar itu.

Dikutip dari Bangkok Post, perusahaan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah memulai tindakan hukum di pengadilan banding AS di Washington yang menantang proses peninjauan untuk akuisisi tersebut.

Mereka mengatakan telah mengajukan gugatan untuk memperbaiki campur tangan ilegal yang sedang berlangsung terhadap akuisisi US Steel oleh Nippon Steel.

Dalam gugatan tersebut, mereka berpendapat Biden, yang akan meninggalkan jabatannya pada tanggal 20 Januari, telah menyalahgunakan pengaruhnya dan memblokir kesepakatan tersebut "hanya untuk alasan politik" dengan mengabaikan aturan hukum demi mendapatkan dukungan dari serikat pekerja.

Nippon Steel telah menggembar-gemborkan pengambilalihan tersebut sebagai jalur penyelamat bagi perusahaan AS yang telah lama melewati masa kejayaannya, tetapi para penentang memperingatkan pemilik Jepang akan memangkas jumlah karyawan.

Biden telah mengkritik kesepakatan senilai 4,9 miliar  dollar AS itu selama berbulan-bulan, sambil menunda langkah yang dapat merusak hubungan dengan Tokyo.

Akan tetapi, presiden yang akan lengser, yang menjadikan pembangunan kembali basis manufaktur AS sebagai tujuan utama pemerintahannya, mengumumkan pada hari Jumat bahwa ia memblokir akuisisi tersebut dengan alasan keamanan nasional.

Keputusannya menuai kritik tajam dari kedua perusahaan dan dari Tokyo -- serta beberapa lobi bisnis Amerika -- tetapi disambut dengan antusias oleh serikat pekerja United Steelworkers, yang menyebutnya sebagai "tindakan berani untuk mempertahankan industri baja dalam negeri yang kuat."

Sebelumnya pada hari Senin, Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, mengatakan, keputusan veteran Demokrat itu telah memicu kekhawatiran atas investasi Jepang di masa mendatang di ekonomi terbesar di dunia itu.

"Sayangnya memang benar ada kekhawatiran yang berkembang di dunia industri Jepang mengenai investasi Jepang-AS di masa mendatang," katanya kepada wartawan. 

"Itu adalah sesuatu yang harus kita tanggapi dengan serius."

"Kami akan mendesak pemerintah AS untuk mengambil langkah-langkah guna menghilangkan kekhawatiran ini," tambahnya. 

"Mereka harus mampu menjelaskan dengan jelas mengapa ada kekhawatiran keamanan nasional, atau diskusi lebih lanjut mengenai masalah ini tidak akan berhasil."

Jepang dan Amerika Serikat merupakan investor asing utama satu sama lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.