Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sudan Makin Kritis, 33 Juta Orang Terancam Kelaparan

📅 Senin, 22 Des 2025, 16:27 WIB | Oleh:
Sudan Makin Kritis, 33 Juta Orang Terancam Kelaparan Doc: AFP

KHARTOUM - Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) memperkirakan sebanyak 33 juta orang di Sudan membutuhkan bantuan pangan dan dukungan kemanusiaan lainnya.

WFP pekan lalu mengumumkan akan mulai mengurangi jatah bantuan pangan bagi warga Sudan yang menghadapi risiko kelaparan akibat kekurangan pendanaan.

Pengurangan tersebut direncanakan mulai berlaku pada Januari 2026. Sementara itu, Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) menyatakan sekitar 14 juta anak usia sekolah di Sudan saat ini tidak bersekolah.

Dalam sebuah laporan, UNICEF menyebutkan krisis pendidikan di Sudan masih berada pada tingkat yang sangat serius. Dari sekitar 17 juta anak usia sekolah, diperkirakan 14 juta tidak mengikuti kegiatan belajar, terutama di wilayah Darfur dan Kordofan.

UNICEF menegaskan bahwa sekitar 62 persen dari rencana tanggapannya senilai 1 miliar dolar AS masih belum mendapatkan pendanaan.

Dana tersebut dibutuhkan untuk memberikan bantuan di bidang perlindungan anak, pendidikan, kesehatan, gizi, air bersih, sanitasi, serta bantuan tunai.

Organisasi itu menargetkan dukungan bagi 13,1 juta orang, termasuk 8,7 juta anak di berbagai negara. Laporan tersebut juga mencatat bahwa Sudan tengah menghadapi wabah penyakit, kerawanan pangan, serta banjir yang meluas yang semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di negara tersebut. Ant/WAFA-OANA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Telah Menanam 99.785...
Luar Negeri
Perang Iran Hantam Benua Bi...
Daerah
Atasi Pertanian Lahan Gambu...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.