Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantul Kembangkan Sorgum, Pilihan Baru untuk Piring dan Kantong Petani

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bantul Kembangkan Sorgum, Pilihan Baru untuk Piring dan Kantong Petani Doc: ANTARA/ Agung Dwi Prakoso
Ket. Penanaman benih sorgum di Dusun Mojolegi, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Bantul, DIY, Minggu (2/8/2026).

YOGYAKARTA – Budi daya sorgum mulai dilirik sebagai pilihan menarik untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menambah peluang usaha bagi petani.

Tanaman ini dikenal cukup tangguh menghadapi cuaca kering dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pangan hingga pakan ternak.

Dengan pengelolaan yang tepat, sorgum berpotensi menjadi komoditas alternatif yang tidak hanya membantu diversifikasi pangan, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai menggencarkan budidaya tanaman sorgum sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menyediakan alternatif bahan pangan pokok selain beras.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo di Bantul, Minggu, mengatakan tanaman sorgum memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah Bantul.

Menurut dia, budidaya sorgum pernah dilakukan di daerah tersebut pada 2013 hingga 2015, namun pengembangannya sempat terhenti karena terkendala aspek pemasaran.

"Sekitar tahun 2013 hingga 2015 itu pernah dibudidayakan, tapi terkait penjualan ada kendala karena harganya terlalu rendah," katanya.

Menurut Joko, pada saat itu luas budidaya sorgum di Bantul mencapai sekitar 100 hektare dengan salah satu lahan terbanyak berada di Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan yang produktifitas tanamannya juga dinilai cukup baik.

"Hasilnya dulu produksi per hektar itu sekitar enam sampai tujuh ton," ujarnya.

Melihat potensi tersebut, Pemkab Bantul berencana mengembangkan kembali budidaya sorgum dengan memulainya di Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri yang melibatkan kelompok tani setempat serta Pondok Pesantren Al Mahali Watu Ageng.

"Harapan kami nanti bisa dikembangkan di lahan-lahan marginal karena kita terus terang banyak lahan marginal yang ada di Bantul," katanya.

Ia menjelaskan lahan marginal yang selama ini kurang produktif dapat dimanfaatkan untuk budidaya sorgum karena dapat menjadi sumber karbohidrat alternatif pengganti nasi yang batang dan daun tanaman tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

"Karena bagaimanapun juga sorgum itu bisa memenuhi unsur karbohidrat pengganti nasi dan batang maupun daunnya dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Tamanmojo, Dusun Mojolegi, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri Jazimah mengatakan budidaya sorgum di wilayahnya memanfaatkan lahan Sultan Ground (SG) yang sebelumnya kurang produktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.