Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program 'Gemar', Dekatkan Hubungan Emosional Ayah dan Anak

📅 Jumat, 19 Des 2025, 14:11 WIB | Oleh:
Program 'Gemar', Dekatkan Hubungan Emosional Ayah dan Anak Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Sejumlah orangtua laki-laki mengambil rapor anak mereka di SD Negeri 005 Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (19/12).

BONDOWOSO - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) meluncurkan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang salah satu implementasinya adalah Gerakan Ayah Mengambil Rapor atau Gemar.

Implementasi Gemar itu disampaikan lewat surat edaran Mendukbangga yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, melalui dinas pendidikan yang mengimbau para ayah untuk datang ke sekolah, mengambil rapor anaknya.

Sejumlah sekolah di Indonesia membagikan rapor hasil belajar siswa pada Kamis (18/12) dan sebagian pada Jumat (19/12). Pada momen inilah para ayah dapat mendukung program Gemar dengan meluangkan waktu untuk datang ke sekolah.

Program Gemar ini memiliki makna penting untuk mengingatkan semua orang tua, terutama ayah, mengenai pentingnya kerja sama orang tua laki-laki dengan orang tua perempuan dalam mengasuh anak-anaknya.

Gemar juga mengingatkan kita untuk mengevaluasi budaya yang telah mengakar kuat dan cenderung bias gender, terutama dalam masyarakat yang masih kuat memegang teguh budaya patriarki.

Tugas suami

Program Gemar mengingatkan wejangan hikmah dari seorang ulama kampung yang mengingatkan seorang laki-laki muda, dengan satu anak. Sang kiai kampung itu mengingatkan bahwa tugas dan kewajiban seorang suami dalam keluarga itu tidak mudah.

Meskipun peringatan sang kiai itu tidak terkait langsung dengan program Gemar, namun maknanya sangat relevan. Diingatkan bahwa tugas istri itu hanya dua, yakni melahirkan dan menyusui anak. Tugas lainnya dalam keluarga adalah kewajiban suami.

Sebagai seruan hikmah, tentu saja peringatan dari sang kiai yang relevan dengan program Gemar itu tidak akan ditemukan dalam Al Quran maupun hadits.

Dalam budaya patriarki, selain urusan dapur, biasanya semua urusan anak dilimpahkan kepada istri; memberi makan anak hingga menceboki anak.

Dalam budaya patriarki, ketika seorang suami mengerjakan tugas utamanya itu, yaitu menceboki anak, si suami akan dinilai kurang bagus oleh lingkungan, termasuk dinilai menghamba atau takut pada istri.

Padahal, terkait dengan program Gemar, jika semua tugas itu dikerjakan hanya oleh istri, ada momentum yang hilang dari peran penting hadirnya seorang ayah dalam proses bertumbuh dan berkembangnya jiwa raga si anak.

Ada jarak psikis antara anak dengan ayah yang tidak disadari bahwa hal itu sangat berpengaruh pada perkembangan jiwa dan intelektual anak. Jika ayah dan ibu diibaratkan sebagai sayap bagi tumbuh kembang anak, peran dominan ibu dan ayah yang kurang peduli telah membuat timpang proses belajar terbang si anak.

Beberapa tahun belakangan, isu mengenai ketidakhadiran ayah atau fatherless dalam keluarga, sempat mengemuka. Isu ini bukan hanya terkait dengan kosongnya peran ayah karena si ayah sibuk di luar rumah. Bahkan, ketika si ayah ada di dalam rumah pun, ketidakhadiran itu terjadi, karena ayah tidak dekat dan tidak peduli pada urusan anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.