Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menjadikan BUMN sebagai Instrumen Strategis

📅 Jumat, 19 Des 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Peran Danantara akan fokus di mana?
Kami fokus di operasional Whoosh. Tujuannya jelas, supaya layanan makin optimal, efisien, dan benar-benar menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat. Whoosh adalah jawaban transportasi masa depan. Negara-negara lain sudah mengembangkan kereta cepat, dan kita tidak ketinggalan karena punya Whoosh.

Lalu peran pemerintah?
Pemerintah lebih ke infrastruktur. Jadi ada pembagian tugas yang jelas dan terukur. Seperti tadi saya bilang, semua bekerja di bagian masing-masing, tidak akan ada tumpang tindih. Semua bekerja sesuai dengan pekerjaan sendiri-sendiri.

Presiden Prabowo menyebut akan bertanggung jawab penuh soal Whoosh.
Betul
. Presiden sudah menyampaikan langsung. Whoosh ini manfaatnya besar untuk masyarakat dan ekonomi. Jadi, keberlanjutannya memang harus dijaga.

Seberapa penting Whoosh bagi perekonomian?
Sangat penting. Whoosh membantu pergerakan masyarakat, memperkuat konektivitas, dan mendukung angkutan massal modern.

Target Danantara terhadap layanan Whoosh ke depan?
Layanannya harus makin baik. Penumpangnya makin banyak dan operasionalnya tetap profesional serta berkelanjutan.

Bapak mendesak Polda Aceh, Sumut, dan Sumbar mengusut banjir bandang dan longsor. Maksudnya?
Karena banjir bandang dan longsor Sumatera bukan murni faktor alam. Ini akibat pembalakan hutan. Tangan manusia yang membuat bencana. Ini harus diusut agar ada yang bertanggung jawa. Ini kejahatan, tak dapat dibiarkan begitu saja.

Seberapa besar peran pembalakan liar dalam bencana tersebut?
Oooo sangat besar. Sekitar 99 persen illegal logging memicu kerusakan hutan dan memperparah aliran air. Kerusakan hutan benar-benar nyata. Pembalakan begitu besar sehingga sangat destruktif.

Indikator kuat yang menunjukkan adanya pembalakan liar?
Banyak foto dan video di media sosial. Air banjir membawa kayu gelondongan ke permukiman warga. Itu indikasi jelas bahwahutan sudah rusak. Fungsi hutan sebagai penyerap dan penyimpan air hancur. Makanya, banjir dan longsor menjadi tidak terkendali.

Mengapa penegakan hukum krusial?
Kalau tidak ditindak, bencana akan terus berulang. Cuaca ekstrem masih berlangsung beberapa bulan ke depan. Kalau penegakan hukumnya jelas, semoga saja membuat jera, sehingga bukan hanya agar bencana dahsyat tak terulang, tetapi juga tak terjadi di daerah-daerah lain.

Bagaimana peran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain?
Semua harus bergerak bersama, memperkuat mitigasi dan fokus pada keselamatan warga. Saya sudah menginstruksikan seluruh BUMN anggota Danantara untuk membantu pemulihan wilayah yang menjadi korban bencana.

Bantuan seperti apa yang diberikan BUMN?
ada bantuan logistik. Juga ada penanganan darurat. Ini difokuskan terutama untuk warga yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur jalan, jembatan, rumah, dan lainnya.

Harapan terhadap aparat penegak hukum?
Kapolda Aceh, Kapolda Sumut, dan Kapolda Sumbar harus segera bertindak cepat dan terarah agar pemulihan berjalan cepat. Warga jangan terlalu lama terisolasi karena dapat membahayakan keselamatan. Semuga harus fokus penyelamatan warga dan perbaikan jalan serta jembatan.

BUMN terus membantu?
Ya. Sebab kebutuhan di lapangan masih besar, terutama bantuan darurat dan pemulihan. BUMN harus hadir maksimal untuk masyarakat. Sebenarnya diimbau juga yang lain agar ambil bagian dalam membantu memulihkan pascabencana Sumatera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.