Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendiktisaintek Siapkan Dana Riset Kosabangsa hingga 300 Juta Rupiah

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 23:51 WIB | Oleh:
Kemendiktisaintek Siapkan Dana Riset Kosabangsa hingga 300 Juta Rupiah Doc: Foto tangkapan layar Yotube Kemendiktisaintek
Ket. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam konferensi pers secara daring, Rabu, (14/5).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meluncurkan program Kolaborasi Sosial Pembangunan Masyarakat (Kosabangsa) yang memberikan pendanaan riset bagi kampus untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman, menyatakan bahwa Kosabangsa merupakan upaya untuk menjawab tantangan lokal dengan teknologi tepat guna berbasis riset.

"Program ini memberikan pendanaan riset maksimal sebesar 300 juta rupiah untuk satu proposal," ujarnya, dalam konferensi pers, Rabu (14/5).

Daerah sasaran program Kosabangsa adalah wilayah prioritas, seperti daerah tertinggal, wilayah rawan bencana, serta prioritas kemiskinan ekstrem. Kampus yang mengajukan pendanaan diharapkan melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi lokal yang menjadi tempat pengembangan. 

Dampak yang diharapkan dari program ini adalah terbukanya akses masyarakat ke teknologi dan adanya perubahan di desa serta sektor transformasi sebagai bagian dari transformasi sosial, ekonomi, teknologi, dan infrastruktur. Hal-hal tersebut diharapkan berdampak signifikan pada pembangunan desa.

"Program Kosabangsa direncanakan dimulai pada 15 Juli hingga 19 Desember 2025," terangnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan, program ini dirancang sebagai wujud nyata dengan semangat gotong royong perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka mendalami kebutuhan masyarakat secara mendalam.

"Kosabangsa adalah jawaban kita atas tantangan pembangunan yang kompleks di wilayah tertinggal, wilayah prioritas kemiskinan ekstrem serta wilayah rawan kebencanaan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.