Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Tetapkan Fentanyl sebagai Senjata Pemusnah Massal

📅 Rabu, 17 Des 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Tetapkan Fentanyl sebagai Senjata Pemusnah Massal Doc: AFP/Don EMMERT
Ket. Obat Fentanil

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (15/12), menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan fentanyl sebagai senjata pemusnah massal. Langkah ini secara drastis memperluas kewenangan pemerintah AS dalam memerangi opioid sintetis tersebut, yang disalahkan atas puluhan ribu kematian akibat overdosis setiap tahun di Amerika.

Dikutip dari The Straits Times, penetapan ini, belum pernah terjadi sebelumnya untuk sebuah narkotika. Ini menunjukkan niat Trump untuk memperlakukan fentanyl bukan sekadar sebagai krisis kesehatan masyarakat, melainkan sebagai ancaman keamanan nasional yang setara dengan perang kimia.

Klasifikasi tersebut meningkatkan serangan terhadap apa yang disebut Trump sebagai geng-geng yang bertekad membanjiri AS dengan narkoba. Kebijakan ini memberi kewenangan kepada Pentagon untuk membantu aparat penegak hukum serta memungkinkan lembaga intelijen menggunakan perangkat yang biasanya disiapkan untuk menangkal proliferasi senjata, kali ini untuk menghadapi jaringan pengedar narkoba.

“Kami secara resmi mengklasifikasikan fentanyl sebagai senjata pemusnah massal, karena memang itulah kenyataannya,” ujar Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih yang memberikan penghormatan kepada anggota militer yang ditugaskan membantu pengamanan perbatasan selatan AS dengan Meksiko.

“Mereka mencoba merusak negara kita dengan narkoba,” tambahnya.

“Fentanyl ilegal lebih mendekati senjata kimia dibandingkan narkotika,” demikian bunyi perintah eksekutif Trump tersebut.

Penetapan kartel narkoba sebagai organisasi teroris asing oleh Trump pada 2025 juga telah membuka jalan bagi kemungkinan tindakan militer terhadap kelompok-kelompok tersebut.

Kapal Narkoba

Sejak awal September, pemerintahan Presiden Trump telah melancarkan lebih dari 20 serangan terhadap kapal-kapal yang dicurigai membawa narkoba di kawasan Karibia dan Pasifik, yang menewaskan lebih dari 80 orang.

Para pakar hukum menilai serangan-serangan tersebut berpotensi melanggar hukum. Hingga kini, hampir tidak ada atau bahkan tidak ada bukti yang dipublikasikan secara terbuka bahwa kapal-kapal tersebut benar-benar membawa narkoba, atau bahwa penghancuran kapal diperlukan, alih-alih menghentikan, menyita muatan, serta memeriksa para awak di atasnya.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dipublikasikan pada 10 Desember menunjukkan bahwa sebagian besar warga Amerika menentang kampanye militer AS berupa serangan mematikan terhadap kapal-kapal tersebut, termasuk sekitar seperlima dari pemilih Partai Republik pendukung Trump.

Trump juga berulang kali mengancam akan melancarkan serangan darat di Venezuela, Kolombia, dan Meksiko untuk memerangi perdagangan narkoba. Dalam sebuah dokumen strategi besar yang diterbitkan pekan lalu, ia menyatakan bahwa fokus kebijakan luar negeri pemerintahannya adalah menegaskan kembali dominasi AS di Belahan Barat.

Meksiko merupakan sumber terbesar fentanyl ilegal yang masuk ke AS. Banyak bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi narkoba tersebut berasal dari Tiongkok.

Opioid ini menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat overdosis di AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival
Olahraga
Tidak di JIS, Duel Persija ...

Penyerang Kosta Rika Jadi Pemain Terakhir PSIM

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Penyerang Kosta Rika Jadi P...

PSIM Sengaja Uji Coba dengan Lawan Level Bawah

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSIM Sengaja Uji Coba denga...
Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.