Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

APBN Harus Dijaga di Tengah Gejolak Global

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
APBN Harus Dijaga di Tengah Gejolak Global Doc: istimewa
Ket. Juda Agung Wamenkeu - Kami meningkatkan efisiensi belanja dan kualitas implementasi program-program unggulan, termasuk program MBG.

Pemerintah perlu memastikan pengelolaan anggaran tetap hati-hati melalui efisiensi belanja, penguatan penerimaan, serta inovasi pembiayaan agar tekanan eksternal tidak menggerus daya tahan fiskal.

Jakarta – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak global yang kian meningkat. Karena itu, pemerintah perlu memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara hati-hati melalui efisiensi belanja, penguatan penerimaan, serta inovasi pembiayaan agar tekanan eksternal tidak menggerus daya tahan fiskal.

Seperti dikutip dari Antara, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga ketahanan APBN di tengah dinamika global tersebut.

Dalam acara Fitch Ratings Annual Indonesia Conference di Jakarta, Kamis (23/4), Juda menjelaskan bahwa langkah pertama yang ditempuh adalah meningkatkan efisiensi belanja, khususnya pada program prioritas.

“Kami meningkatkan efisiensi belanja dan kualitas implementasi program-program unggulan, termasuk program makan bergizi gratis (MBG),” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan kontra-siklikal untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Pada saat yang sama, kami melindungi daya beli masyarakat dengan mempertahankan harga energi bersubsidi bagi kelompok rentan,” kata Juda.

Strategi berikutnya dilakukan melalui penguatan pembiayaan inovatif. Pemerintah mengoptimalkan pengelolaan portofolio pembiayaan, memperdalam pasar keuangan domestik, serta menjaga ketersediaan bantalan fiskal (fiscal buffer).

Di sisi lain, efisiensi pengelolaan kas terus ditingkatkan dan hubungan dengan investor diperkuat guna menjaga kepercayaan pasar.

Adapun strategi ketiga difokuskan pada peningkatan penerimaan negara, terutama dari sektor perpajakan. Pemerintah berupaya menjaga penerimaan pajak tetap sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan efektivitas sistem perpajakan berbasis digital.

Juda mengungkapkan bahwa pada tiga bulan pertama tahun ini, penerimaan pajak tumbuh sekitar 20 persen. Peningkatan tersebut didorong oleh digitalisasi melalui sistem Coretax, optimalisasi penerimaan dari lonjakan harga komoditas, serta perbaikan pengelolaan restitusi pajak.

Tantangan Fiskal

Secara terpisah, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman mengingatkan bahwa optimisme pemerintah perlu diiringi langkah konsolidasi nyata.

Menurut dia, ketahanan fiskal tidak cukup hanya terlihat stabil dalam jangka pendek, tetapi harus benar-benar kuat menghadapi tekanan global berkepanjangan.

“Bantalan fiskal kita di kuartal II masih cukup untuk meredam guncangan jangka pendek, tetapi tidak cukup tebal untuk menghadapi shock yang berkepanjangan,” kata Rizal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.