Waspadai Bencana di Akhir Tahun
📅 Selasa, 16 Des 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Pemerintah mewaspadai terjadinya bencana alam selama masa libur perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di sejumlah daerah.
Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan bahwa bencana menjadi salah satu fokus utama pada pengamanan Natal dan Tahun Baru.
“Beda dengan landscape pengamanan pada tahun 2024 yang lalu, tahun 2025 ini ada beberapa fokus yang menjadi perhatian. Selain pengamanan pada jalur mudik, kemudian jalur arus balik dan objek pengamanan yang sudah ditetapkan, kami perlu mengantisipasi bencana alam,” katanya pada acara Rakor Lintas Sektoral Bidang Operasional Tahun 2025 di Gedung STIK-PTIK Polri, Jakarta, Senin (15/12).
Diterangkan Dedi, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan pada tanggal 29 Desember 2025 sampai tanggal 10 Januari 2026 mengalami peningkatan yang cukup ekstrem di berbagai wilayah, baik di Jawa, Lampung, Jambi, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Maka dari itu, Dedi mengatakan bahwa Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta para pemangku kepentingan terkait maupun polda dan polres jajaran untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengantisipasi bencana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta BMKG agar sistem peringatan dini di daerah dengan potensi curah hujan tinggi mendapat perhatian khusus menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
146.701 Personel
Sebanyak 146.701 personel gabungan akan diturunkan dalam operasi pengamanan masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yakni Operasi Lilin 2025 yang berlangsung dari tanggal 20 Desember 2025-2 Januari 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini adalah personel gabungan yang terdiri dari 77.637 personel Polri, kemudian 13.775 dari personel TNI, dan sisanya 55.289 adalah personel dari gabungan stakeholder terkait lainnya,” kata Dedi.
Selain menurunkan personel, imbuh Dedi, Polri juga menyiapkan 2.903 posko yang terdiri dari 1.807 posko pengamanan, 763 posko pelayanan, dan 333 posko terpadu untuk mengamankan 44.226 objek pengawasan. “Mulai dari gereja, terminal, pelabuhan, bandara, beberapa stasiun, kemudian pusat perbelanjaan, objek wisata, dan objek perayaan Tahun Baru 2026,” katanya.
Terkait pergerakan masyarakat, Dedi mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat pada Natal dan Tahun Baru diprediksi meningkat 8,83 juta orang atau 7,9 persen pada 2025 ini. “Jumlah masyarakat yang akan merayakan Natal dan tahun baru diperkirakan sekitar 119,5 juta orang, yang mengalami peningkatan dua kali lipat bila dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru diprediksi berlangsung pada tanggal 20 dan 24 Desember 2025. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi pada tanggal 28 Desember 2025 dan 4 Januari 2026.
Untuk membantu mengurai kemacetan di jalan tol, pemerintah juga memberikan diskon tiket transportasi darat, laut, dan udara selama masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. “Pemerintah juga sudah memberikan stimulus yang diberikan dalam rangka untuk mengurai kemacetan,” kata Dedi.
Dedi merinci diskon yang diberikan adalah diskon tiket tarif dasar angkutan laut dan penyeberangan, diskon tiket kereta api sebesar 30 persen, dan diskon tiket pesawat sebesar 13-14 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!