Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perdagangan Orangutan Marak, Akademisi UGM Desak Penegakan Hukum dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 14:55 WIB | Oleh:
Perdagangan Orangutan Marak, Akademisi UGM Desak Penegakan Hukum dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Doc: Dok.WWF

Kasus perdagangan orangutan, termasuk penyelundupan bayi lintas negara, kembali menuai sorotan. Guru Besar Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus pengamat satwa liar, Prof. Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo, menegaskan praktik tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keseimbangan ekosistem hutan.

“Perdagangan orangutan harus dipandang sebagai kejahatan serius. Penegakan hukum perlu diperkuat, sekaligus melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga kelestarian satwa ini,” kata Wisnu di Yogyakarta, Selasa (2/9).

Ia menjelaskan bahwa praktik perdagangan satwa liar di Indonesia sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu, namun tren penjualan orangutan meningkat tajam pascakrisis moneter 1998. “Kondisi ekonomi sulit membuat sebagian masyarakat menjadikan satwa liar sebagai sumber penghasilan alternatif. Harga orangutan yang tinggi mendorong perdagangan ini terus terjadi,” ujarnya.

Menurut Wisnu, faktor ekonomi menjadi penyebab utama masyarakat tetap terlibat meski aturan hukum sudah ada. Jalur distribusi yang memanfaatkan rute-rute kecil juga menyulitkan aparat dalam melacak penyelundupan. Karena itu, ia menilai perlu pendekatan komprehensif, tidak hanya penegakan hukum, tetapi juga pemberdayaan ekonomi agar masyarakat tidak bergantung pada satwa tangkapan.

Lebih jauh, Wisnu menekankan pentingnya orangutan sebagai *key species* dalam menjaga keseimbangan hutan. Dengan kebiasaannya mengonsumsi buah, orangutan membantu penyebaran biji melalui feses, yang kemudian tumbuh menjadi tunas baru. “Jika orangutan hilang, fungsi alami regenerasi hutan ikut lenyap, dan ini akan berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati,” paparnya.

Ia menambahkan, penurunan populasi orangutan juga dipengaruhi hilangnya hutan primer akibat kebakaran, pembalakan, dan konversi lahan. “Orangutan tidak bisa hidup di hutan tanaman industri seperti sawit atau kayu. Berkurangnya hutan primer membuat satwa ini semakin terdesak, sekaligus meningkatkan risiko kerusakan ekosistem dan perubahan iklim,” kata Wisnu.

Terkait kebijakan pemerintah, ia mengapresiasi adanya Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan. Namun, menurutnya, langkah tersebut belum optimal. Keterbatasan sumber daya manusia untuk patroli, minimnya anggaran rehabilitasi, serta lemahnya penegakan hukum menjadi tantangan besar. “Sanksi bagi pelaku masih terlalu ringan. Regulasi perlu direvisi agar hukuman penjara lebih lama dan denda lebih berat. Integritas aparat juga harus dijaga agar tidak mudah disuap,” tegasnya.

Wisnu menilai kerja sama antarnegara sudah cukup baik, terutama dalam koordinasi ASEAN terkait laporan perdagangan satwa ilegal. Namun, sebagian besar upaya konservasi masih banyak digerakkan LSM atau organisasi internasional karena keterbatasan sumber daya dalam negeri, rendahnya kesadaran masyarakat, serta prioritas ekonomi yang lebih mengutamakan kebutuhan manusia dibanding konservasi.

Sebagai langkah konkret, ia merekomendasikan perlindungan kawasan hutan, penguatan hukum, pendanaan khusus untuk konservasi, serta pembangunan pusat rehabilitasi orangutan di berbagai daerah. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda melalui riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.

“Di UGM sudah ada kelompok mahasiswa yang bergerak di bidang konservasi, seperti Kelompok Studi Satwa Liar FKH dan Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan. Upaya ini harus diperluas agar lahir kesadaran kolektif menjaga orangutan sebagai warisan bangsa,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Mesir Siap Pasang Badan Ban...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.