Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kepala BGN: Program MBG Jadi Instrumen Stabilkan Harga Pangan

📅 Selasa, 16 Des 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala BGN: Program MBG Jadi Instrumen Stabilkan Harga Pangan Doc: Antara
Ket. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memberi laporan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12).

Jakarta  - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengaku lembaga yang dipimpinnya sebagai pelaksana Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu menstabilkan harga pangan, saat komoditas tertentu terjadi inflasi atau deflasi, melalui program prioritas itu.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12), Dadan melaporkan bahwa BGN dapat menginstruksikan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menggunakan komoditas pangan tertentu yang mengalami gejolak harga.

"Kalau permintaan akan telur sama ayam terlalu tinggi, kami bisa memberikan instruksi kepada SPPG agar menggunakan protein lain, contohnya bulan ini adalah bulan ikan maka kita anjurkan agar lebih banyak menggunakan ikan," kata Dadan dalam laporannya kepada Presiden.

Sebaliknya, jika komoditas pangan turun harga karena kelebihan produksi, SPPG akan menyerap sebagai bahan baku dalam menu MBG.

Sebagai contoh, kata dia,  SPPG diperintahkan untuk memasak menu menggunakan kentang satu hari dalam seminggu, saat harganya turun.

Oleh karena itu, Dadan meminta agar BGN diinformasikan jika ada bahan pangan yang mengalami tekanan harga, atau bahkan tidak laku dengan harga pasaran.

"Saya kira nanti di daerah-daerah bagi yang mendapat tekanan harga dan ada tidak laku, tinggal informasikan ke Badan Gizi supaya kita bisa instruksikan ke SPPG agar kita bisa stabilkan harga karana kapasitas pembelian SPPG cukup masif pak," kata Dadan.

Ia merinci bahwa pembelian bahan pangan oleh SPPG terbilang masif, karena setidaknya dalam satu porsi menu MBG, SPPG membutuhkan 200 kilogram beras, 350 kilogram sayur, 150 sisir pisang sebagai buah contoh atau setara 15 pohon pisang.

Contoh lainnya, yakni SPPG mendapat pasokan lele dari dua kolam atau sedikitnya 3.000 ekor lele untuk menu protein tiap siswa.

"Betapa masifnya program makan bergizi dan saya kira sekarang sudah dirasakan oleh masyarakat banyak petani-petani pemuda yang sudah mulai beraktivitas di daerah masing-masing meningkatkan produktivitas wilayah," kata Dadan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Liga Inggris: Morgan Rogers...

Puncak musim kemarau di Kota Bandung

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Puncak musim kemarau di Kot...

Cedera Badosa Bantu Sherif Juara

1.5 jam yang lalu | Opik

Olahraga
Cedera Badosa Bantu Sherif ...

Panen ikan nila Larasati

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Panen ikan nila Larasati
Daerah
Fasilitas desalinasi untuk ...

Festival UFO Indonesia

2 jam lalu | Wahyu AP

Daerah
Festival UFO Indonesia
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.