Gubernur Pramono Ajak Alumni GMNI Kawal Jakarta Jadi Kota Global
📅 Sabtu, 13 Des 2025, 12:50 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Konferensi Daerah (Konferda) V Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Raya di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (13/12). Kehadiran orang nomor satu di Jakarta itu menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk merangkul kekuatan intelektual dan jejaring alumni dalam pembangunan ibu kota.
Konferda V GMNI Jakarta Raya mengangkat tema “Menyongsong 500 Tahun Jakarta dan Tantangan Membangun Peradaban Kota” yang relevan dengan arah kebijakan pembangunan jangka panjang Jakarta. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi strategis tentang posisi Jakarta yang tengah memantapkan diri sebagai Kota Global.
Dalam sambutannya, Pramono Anung menekankan pentingnya peran alumni GMNI dalam mengawal transformasi Jakarta ke depan. Ia menilai GMNI memiliki rekam jejak panjang dalam perjuangan kebangsaan, nasionalisme, serta keberpihakan pada kepentingan rakyat.
"Pengalaman, jejaring, dan intelektualitas yang dimiliki para alumni GMNI merupakan kekuatan penting bagi arah pembangunan Jakarta," ujar Pramono Anung.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa alumni GMNI dipandang sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pramono juga menyebut bahwa nilai-nilai pemikiran kritis dan semangat kerakyatan yang melekat pada GMNI sangat dibutuhkan dalam proses perumusan kebijakan publik. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi alumni akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Gubernur Pramono turut memaparkan perkembangan terbaru Jakarta dalam perjalanannya menuju Kota Global. Dalam delapan bulan masa kepemimpinannya, peringkat Jakarta di tingkat global naik menjadi posisi 71 dari 156 kota dunia.
Capaian tersebut, kata Pramono, tidak datang secara instan melainkan melalui kerja fokus dan berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tiga tantangan utama perkotaan seperti banjir, kemacetan, dan polusi terus menjadi prioritas yang ditangani secara sistematis.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja sistematis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama seluruh elemen masyarakat," tutur Pramono Anung.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan pembangunan berlangsung inklusif dan berkelanjutan.
Pramono menambahkan bahwa pembangunan Jakarta tidak boleh hanya mengejar angka dan peringkat global semata. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang adil untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi bagi kemajuan kota.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono menilai GMNI memiliki peran historis dalam menjaga nilai kebangsaan dan kepedulian terhadap isu kemiskinan. Oleh karena itu, Balai Kota dipilih sebagai lokasi pembukaan Konferda V GMNI Jakarta Raya sebagai simbol dukungan dan keterbukaan dialog antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan.
Ia berharap kepengurusan GMNI Jakarta Raya yang baru dapat terus menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Fokus kolaborasi tersebut diharapkan dapat menyasar isu ketimpangan sosial dan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah ibu kota.
Pramono mengakui bahwa sejumlah indikator makro Jakarta menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat kemiskinan, dan angka pengangguran tercatat mengalami perbaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!