Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempa M 7,5 Lukai Puluhan Orang, Badan Meteorologi Jepang Peringatkan Gempa Lebih Besar

📅 Rabu, 10 Des 2025, 12:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gempa M 7,5 Lukai Puluhan Orang, Badan Meteorologi Jepang Peringatkan Gempa Lebih Besar Doc: ANTARA
Ket. Foto yang diambil dengan ponsel ini menunjukkan informasi gempa bumi yang ditampilkan di layar di Tokyo, Jepang, Selasa (9/12/2025).

TOKYO – Jumlah korban luka akibat gempa magnitudo 7,5 di timur laut Jepang meningkat menjadi setidaknya 50 orang pada Selasa (09/12), menurut penghitungan Kyodo News, setelah gempa tengah malam itu mengganggu transportasi, pasokan air, dan operasional sekolah.

Badan Meteorologi Jepang menyatakan gempa besar yang terjadi pukul 23.15 hari Senin waktu setempat di lepas pantai timur Prefektur Aomori pada kedalaman 54 kilometer, dapat diikuti oleh gempa dengan kekuatan yang sama atau lebih besar dalam beberapa hari mendatang.

Ini pertama kalinya badan tersebut mengeluarkan peringatan semacam itu, yang dibuat untuk wilayah pesisir Hokkaido dan Sanriku setelah gempa besar dan tsunami Maret 2011 yang meluluhlantakkan Jepang timur laut. Peringatan tersebut mencakup 182 kotamadya di tujuh prefektur, dari Hokkaido hingga China, di sebelah timur Tokyo.

Perusahaan transportasi JR East mengatakan pada Selasa (09/12), bahwa mereka telah menangguhkan layanan kereta peluru di Jalur Tohoku Shinkansen antara Stasium Morioka dan Shin-Aomori untuk inspeksi setelah gempa, tetapi operasi dilanjutkan sekitar pukul 15.40 waktu setempat.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengimbau masyarakat di wilayah tersebut untuk tetap waspada terhadap informasi dari pemerintah daerah dan badan meteorologi selama sekitar seminggu ke depan dan untuk bersiap menghadapi kemungkinan gempa susulan, termasuk dengan mengamankan perabotan.

"Pemerintah meminta warga untuk melanjutkan aktivitas sosial dan ekonomi sambil tetap siaga untuk segera mengungsi jika ada guncangan yang terasa," ujar Takaichi kepada wartawan di kantornya di Tokyo.

Korban luka dilaporkan di Hokkaido, serta Prefektur Aomori dan Iwate, sementara puluhan orang masih berada di pusat-pusat evakuasi hingga Selasa pagi.

Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengatakan 31 dari sekitar 80 pasien di rumah sakit yang rusak akibat gempa di Mutsu, Prefektur Aomori, telah dipindahkan ke fasilitas terdekat atas permintaan rumah sakit oleh Tim Bantuan Medis Bencana, petugas pemadam kebakaran, dan Pasukan Bela Diri.Rumah sakit tersebut terendam sebagian setelah sistem sprinklernya rusak. Pemerintah mengatakan sekitar 1.360 rumah di Prefektur Aomori dan Iwate mengalami kekurangan air akibat pipa yang rusak.

Kegiatan belajar mengajar ditiadakan di 139 sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas negeri di Prefektur Aomori dan 48 sekolah di Hokkaido, menurut Kementerian Pendidikan dan pemerintah daerah.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan sebuah pangkalan udara Pasukan Bela Diri Maritim dan sebuah kamp Pasukan Bela Diri Darat di Hachinohe, Prefektur Aomori telah dibuka untuk umum sebagai pusat evakuasi dan telah menampung sekitar 620 orang dan sekitar 270 kendaraan pada satu titik.

Banyak orang terpaksa mengungsi dalam cuaca dingin yang membekukan ketika gempa bumi melanda, dan peringatan tsunami dikeluarkan. Peringatan tersebut diturunkan menjadi imbauan lebih dari tiga jam setelah gempa dan dicabut pada pukul 06.20 pagi hari Selasa waktu setempat.

Di sebuah balai kota di Hidaka di pesisir Pasifik Hokkaido, lebih dari 200 orang, termasuk lansia dan anak-anak, mengungsi, berusaha tetap hangat dengan selimut dan penghangat yang dibagikan. Pada Selasa pagi, suhu di desa tersebut mencapai minus 7,8 derajat Celsius.

Tidak ada kelainan yang dilaporkan di pembangkit listrik tenaga nuklir di Hokkaido atau prefektur timur laut Aomori, Miyagi, dan Fukushima.

Badan Meteorologi Jepang, yang merevisi magnitudo dari 7,6 yang dilaporkan sebelumnya, memperingatkan gelombang tsunami hingga 3 meter setelah gempa. Gelombang tsunami tertinggi yang terpantau adalah 70 cm di Iwate.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

Hati-hati Menerapkan Kembali Sistem Tinggal Kelas

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Hati-hati Menerapkan Kembal...

Pejabat Eksekutif Netflix Doug Belgrad Kena PHK

32 menit yang lalu | Lili Lestari

Rona
Pejabat Eksekutif Netflix D...
Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Kebut...
Nasional
Tangani Karhutla, Kemenko P...
Advertisement
Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.