Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 23:20 WIB | Oleh:
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon Doc: Istimewa

JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Kamerun merangkap Chad, Guinea Ekuatorial, Gabon, Kongo, dan Republik Afrika Tengah, Agung Cahaya Sumirat menyatakan Indonesia saat ini tengah merintis kerja sama di sektor logam tanah jarang dengan Gabon.

“Kita punya kepentingan yang sangat strategis untuk menjalin kemitraan dengan Pemerintah Gabon… Ini belum selesai, masih berproses, on going, sedang dirintis berbagai kerja sama di sektor rare earth minerals, mineral tanah jarang,” ucap Agung Cahaya Sumirat di Jakarta, Selasa (13/10).

Selain itu, ia mengatakan bahwa Indonesia juga tengah menjajaki kerja sama terkait mineral fosfat dengan Republik Kongo.

Namun, karena pembahasan kerja sama yang belum selesai, ia pun belum dapat menyampaikan detail lebih lanjut mengenai proses maupun hasil dari kemitraan dengan kedua negara di benua Afrika itu.

Agung menuturkan, selama ini kerja sama terkait komoditas mineral dan tambang antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Afrika Tengah berfokus pada sektor minyak dan gas (migas).

Ia menyatakan, terdapat dua negara di kawasan itu yang menjadi sumber utama impor minyak mentah Indonesia, yakni Angola dan Gabon. Nigeria yang terletak di kawasan Afrika Barat juga masuk dalam tiga besar negara Afrika pemasok minyak mentah untuk Indonesia.

Tidak hanya menjalin kerja sama perdagangan, Indonesia juga berinvestasi pada sektor migas di Gabon.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada Januari hingga Agustus 2026, Indonesia tercatat mengalami defisit perdagangan dengan Gabon sebesar 411,3 juta dollar AS (sekitar Rp7,38 triliun), dengan nilai ekspor 11,4 juta dollar AS (Rp204,50 miliar) dan impor 422,7 juta dollar AS (Rp7,58 triliun).

Indonesia juga mencatatkan defisit dengan Angola senilai 1,086 miliar dollar AS (Rp19,48 triliun), dengan nilai ekspor 94,1 juta dollar AS (Rp1,69 triliun) dan impor 1,18 miliar dollar AS (Rp21,17 triliun).

Sementara itu, neraca dagang Indonesia dengan Republik Kongo meraih surplus 104,3 juta dollar AS (Rp1,87 triliun) dengan nilai ekspor 106,9 juta dollar AS (Rp1,92 triliun) dan impor 2,6 juta dollar AS (Rp46,64 miliar). Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
FAO Serukan Kerja Sama Glob...
Luar Negeri
OPEC Proyeksikan Permintaan...
Luar Negeri
Bank of America Didenda $1,...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.