Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SPPG Batam Manfaatkan Pangan Produksi Lokal untuk Kebutuhan Program MBG

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 13:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
SPPG Batam Manfaatkan Pangan Produksi Lokal untuk Kebutuhan Program MBG Doc: ANTARA
Ket. Illustrasi - Penjualan papan telur di dalam sebuah truk oleh Disperindag Batam, Kepri (20/8/2026).

BATAM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) memanfaatkan bahan pangan produksi lokal, seperti ikan, telur, lele, buah-buahan, dan jagung, untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah SPPG Batam, Defri Frenaldi, mengatakan pemanfaatan hasil produksi lokal merupakan bagian dari kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, serta nelayan di sekitar wilayah operasional SPPG.

“Untuk Kota Batam, kita tahu sendiri kalau kita bukan daerah penghasil, tapi tetap ada beberapa produksi pangan dari beberapa komunitas,  terutama untuk ikan dan hasil laut, itu pastinya kita harus manfaatkan dengan baik untuk pasokan dapur SPPG,” kata Defri saat dikonfirmasi di Batam, Kamis.

Ia menjelaskan ikan dan hasil laut menjadi salah satu komoditas yang dapat dimanfaatkan karena Batam merupakan daerah kepulauan.

Selain itu, pasokan telur juga tersedia dari sejumlah kelompok peternak di kawasan Barelang dan Kabupaten Bintan.

"Meskipun volumenya belum mencukupi seluruh kebutuhan SPPG, tetap kami serap dari kawasan Barelang dan Bintan, itu telur lokal,” kata dia.

Menurut Defri, potensi pangan lokal juga berasal dari kelompok usaha dan komunitas yang telah mengembangkan produksi secara mandiri.

Salah satunya, lanjutnya, SPPG yang dikelola Kepolisian Daerah Kepri (Polda Kepri) yang memiliki kolam budi daya lele, dan hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan program MBG.

“Di kawasan Sei Beduk, tepatnya di Piayu, juga ada kegiatan pertanian melalui green farming. Lalu, ada beberapa komunitas di kawasan Barelang yang menghasilkan buah-buahan, serta jagung yang dapat diserap ketika memasuki masa panen,” katanya.

Defri mengatakan pihaknya mendorong SPPG memanfaatkan hasil produksi komunitas tersebut agar penyerapan pangan lokal dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Walaupun jumlahnya belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan dapur, setidaknya ekonomi rakyat, ekonomi lokal, ekonomi daerah dapat naik dengan adanya penyerapan off-taker dari SPPG,” ujarnya.

Ia menambahkan koperasi lokal, UMKM, termasuk Koperasi Merah Putih diharapkan dapat berperan dalam mendukung rantai pasok kebutuhan pangan SPPG.

Dengan demikian, menurutnya, pelaksanaan program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi turut membuka pasar bagi produk petani, nelayan dan pelaku usaha lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
BINUS University Kembali Ge...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Akan Sia...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.