Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ahli Menduga Gempa M7,1 Jepang Disebabkan Tekanan Sesar Lama

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ahli Menduga Gempa M7,1 Jepang Disebabkan Tekanan Sesar Lama Doc: Angtara
Ket. Pengumuman di laman Badan Meterorologi Jepang (JMA) tentang titik episentrum gempa bumi di Prefektur Kumamoto, Jepang, Selasa (28/7/2026).

Jakarta - Gempa bumi kuat yang mengguncang barat daya Jepang pada hari Selasa diduga dipicu oleh geseran sesar yang belum retak saat gempa kembar melanda wilayah yang sama satu dekade lalu.

Para ahli pun memperingatkan bahwa aktivitas gempa susulan yang kuat masih berpotensi berlanjut, demikian kantor berita Kyodo melaporkan, Selasa.

Pusat gempa terbaru berkekuatan magnitudo 7,1 yang berpusat di Prefektur Kumamoto tersebut berlokasi tidak jauh dari pusat gempa darat serupa berkekuatan M 6,5 pada 14 April 2016, serta M 7,3 dua hari setelahnya.

Ketiga gempa tersebut sama-sama mencatatkan skala intensitas seismik tertinggi, yakni level 7 pada skala Jepang, di sejumlah wilayah di prefektur tersebut.

Gempa pada tahun 2016 lalu merusak kawasan itu dan menewaskan lebih dari 270 orang.

Sejumlah zona sesar aktif, termasuk zona sesar Hinagu dan Futagawa yang memicu gempa 2016, membentang di wilayah tengah Kyushu.

Para ahli berulang kali mengingatkan bahwa bagian selatan zona sesar Hinagu—yang membentang hingga ke Laut Yatsushiro di sekitarnya—hampir tidak mengalami pergeseran pascagempa 10 tahun lalu.

Shinji Toda, Profesor Seismologi dari Universitas Tohoku, menemukan bahwa jumlah gempa berkekuatan magnitudo 1,5 atau lebih telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelum gempa 2016.

Temuan itu didasarkan pada analisis aktivitas seismik di dekat zona sesar Hinagu selama satu dekade terakhir.

Toda menjelaskan, gempa tahun 2016 diyakini telah memicu tegangan dan tekanan besar, yang akhirnya menyebabkan pergerakan di sepanjang zona sesar Hinagu kali ini.

Ia juga menambahkan bahwa kedua peristiwa tersebut memiliki mekanisme pemicu yang sama.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, gempa pada Selasa pukul 16.27 waktu setempat itu terjadi pada kedalaman 16 kilometer di sepanjang sesar geser (strike-slip fault)—yaitu kondisi ketika dua lempeng berdekatan bergeser secara mendatar, serupa dengan karakteristik gempa 2016.

Meski demikian, Badan Meteorologi Jepang sejauh ini belum secara eksplisit mengaitkan gempa hari Selasa ini dengan rangkaian gempa besar yang terjadi satu dekade lalu.

Sumber: Kyodo

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.