BFN Fest 2025 Dibuka, Ribuan Peserta dan 26 Negara Ramaikan Puncak Bulan Fintech Nasional
📅 Rabu, 10 Des 2025, 18:20 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - Mandiri BFN Fest 2025 resmi dibuka oleh Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) sebagai puncak Bulan Fintech Nasional dan menjadi ajang terbesar bagi pelaku industri keuangan digital. Acara ini berlangsung selama dua hari mulai 10 hingga 11 Desember 2025 dengan rangkaian kegiatan yang menghubungkan regulator, investor, pelaku industri, hingga konsumen.
Program Bulan Fintech Nasional tahun ini diikuti 90 kontributor dan 90 mitra asosiasi industri dari dalam dan luar negeri. Selama satu bulan penyelenggaraan, lebih dari 90 kegiatan edukasi dan literasi publik berhasil digelar serta membuka lebih dari 160 peluang kerja baru.
BFN Fest 2025 menghadirkan format super lengkap yang meliputi conference, expo, dan networking seperti Jakarta Fintech Connect serta Digital x Real Sector Clinic. Acara ini menargetkan kehadiran lebih dari 5.000 peserta dengan dukungan hampir 100 pembicara dari 26 negara.
Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir menyebut BFN Fest sebagai momentum penting bagi perkembangan fintech nasional.
"Fintech bukan hanya soal inovasi, tetapi bagaimana inovasi memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan sektor riil," ujar Pandu Sjahrir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan Mandiri BFN Fest menjadi ruang kolaborasi terbesar untuk memperluas edukasi publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada OJK, Bank Indonesia, Bank Mandiri, serta mitra industri yang mendukung pelaksanaan BFN 2025.
Bank Mandiri sebagai Official Banking Partner menilai BFN Fest 2025 sebagai ajang strategis untuk memperluas digitalisasi keuangan.
"Kami yakin ekosistem yang terintegrasi dapat mendorong digitalisasi UMKM dan membuka lebih banyak lapangan kerja," ujar Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adhika menegaskan pentingnya sinergi perbankan, regulator, dan pelaku fintech untuk memastikan layanan keuangan digital berkembang secara inklusif. Ia menilai kolaborasi lintas sektor akan memperkuat pembiayaan produktif dan inovasi layanan pembayaran.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menyoroti pentingnya keamanan digital di tengah pertumbuhan industri fintech.
"Hingga November 2025, Anti-Scam Center telah menerima lebih dari 370 ribu laporan dengan potensi kerugian Rp8,2 triliun," tegas Deputi Komisioner OJK, Rizal Ramadhani.
Rizal menekankan bahwa perkembangan teknologi harus selalu diikuti perlindungan konsumen yang kuat. Ia menambahkan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam mengurangi kejahatan digital yang terus berkembang.
Selama dua hari penyelenggaraan, BFN Fest akan menjadi forum diskusi untuk membahas masa depan fintech Indonesia secara lebih komprehensif. Berbagai topik strategis seperti digital identity, sistem pembayaran, integritas data, serta pembiayaan UMKM menjadi fokus pembahasan.
Pelaku industri juga mendapat ruang untuk memperluas relasi melalui sesi expo dan networking. Format business clinic disediakan agar perusahaan fintech dapat bertemu investor, akademisi, regulator, hingga calon mitra potensial secara langsung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!