Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jalur Putus Total, Prajurit TNI AD Jalan Kaki Pikul Satu Ton Logistik Menuju Desa Terisolasi di Aceh

📅 Selasa, 09 Des 2025, 18:24 WIB | Oleh:
Jalur Putus Total, Prajurit TNI AD Jalan Kaki Pikul Satu Ton Logistik Menuju Desa Terisolasi di Aceh Doc: ANTARA/Ho-Humas TNI AD
Ket. Personel TNI AD berjalan kaki sambil membawa logistik korban bencana menuju Desa Rumah Bundar, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (9/12).

JAKARTA - Dengan jalan darat terputus akibat banjir dan longsor, prajurit TNI Angkatan Darat terpaksa memikul logistik dan berjalan kaki menuju Desa Rumah Bundar, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Selasa.

Bantuan yang semula diangkut kendaraan kini harus dibawa manual melintasi medan terjal dan berlumpur agar kebutuhan pokok warga tetap terpenuhi.

Berdasarkan siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, dijelaskan bahwa para personel memilih berjalan kaki karena jalur darat terputus akibat banjir dan tanah longsor sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta mengatakan, personel yang dikerahkan dari Kodim 0108/Agara dari jajaran Kodam Iskandar Muda.

Dia melanjutkan, semula personel masih bisa mengantar logistik menggunakan kendaraan darat.

"Sejak titik terakhir yang masih bisa dilalui roda empat di Desa Simpur, para Babinsa melanjutkan perjalanan menggunakan motor sampai di lokasi dimana medannya sudah tak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda dua," kata Donny.

Donny melanjutkan, para personelnya harus melalui medan yang cukup terjal dan berlumpur sambil memikul sembako.

"Meski cuaca tidak menentu, personel tetap bergerak membawa berbagai kebutuhan pokok yang sangat dinantikan warga," terang Donny.

Donny melanjutkan, total logistik yang dibawa seberat satu ton beras, 25 dus mie instan, 15 papan telur, lima kardus susu, dua kardus sarden, sepuluh koli pakaian, serta berbagai kebutuhan penting lainnya.

"Seluruh barang dipikul bergantian demi memastikan bantuan tiba dengan aman di titik-titik permukiman yang masih terisolasi," jelas dia.

Hingga saat ini, proses distribusi secara manual itu masih terus berlangsung. Dia berharap, bantuan yang diantar itu dapat memenuhi seluruh kebutuhan pokok para korban bencana di Aceh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.