Jatim Terancam Cuaca Ekstrem! BPBD Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca Besar-Besaran
📅 Minggu, 07 Des 2025, 20:36 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-BPBD Jatim
SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meredam potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir 2025.
Langkah cepat ini diambil sebagai respons atas peringatan BMKG dan meningkatnya risiko banjir, longsor, serta angin kencang di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto dalam keterangannya di Surabaya, Minggu mengatakan pelaksanaan modifikasi cuaca ini dilakukan sebagai salah satu kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem saat musim hujan.
"Imbauan kewaspadaan BMKG akan adanya potensi cuaca ekstrem di Jatim hingga akhir tahun 2025, direspons cepat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dengan menginstruksikan pelaksanaan OMC," ujarnya.
Kegiatan modifikasi cuaca yang biasa dilangsungkan bersama pemerintah pusat ini, kini disiapkan Pemprov Jatim secara mandiri bersama BMKG dan Puspenerbal Juanda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tujuannya, kata dia, untuk mengurangi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi yang diakibatkan cuaca ekstrem, seperti, banjir, banjir bandang, longsor dan angin puting beliung.
Aksi perdana kegiatan OMC ini telah dilangsungkan Jumat (5/12), dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208 Registrasi PK-SNM. Sasarannya, wilayah Selatan Malang, Pasuruan dan Jombang yang sejak kemarin telah dilanda hujan deras.
"Sebagaimana arahan Ibu Gubernur, Pemprov Jatim harus merespon imbauan kewaspadaan potensi cuaca ekstrem yang dirilis BMKG. Jadi, kegiatan OMC ini merupakan respon cepat Ibu Gubernur terhadap kondisi cuaca di Jatim beberapa hari terakhir," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rencananya, kegiatan OMC yang berpusat di Baseops Lanudal Juanda ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2025.
"Jadi, mulai saat ini, jika BMKG mendeteksi adanya awan di langit Jawa Timur yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem, maka kita akan lakukan OMC, untuk menghindari bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut, " ujarnya.
Sementara, berdasar laporan Pusdalops BPBD Jatim, Jumat siang (5/12), kejadian banjir masih terjadi di tiga daerah, yakni, Jombang, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. Namun, banjir akibat hujan lebat pada Kamis malam (4/12) ini, kondisinya sudah mulai berangsur surut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!