2.539 Rumah BSPS untuk Tangerang! Alokasi Terbesar se-Banten 2026
📅 Minggu, 26 Jul 2026, 09:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Antara
JAKARTA – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Komitmen tersebut ditegaskan melalui pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri 2 Lantai 21, Jakarta, Jumat (24/7).
Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah, mulai dari pengentasan rumah tidak layak huni (RTLH), peningkatan akses pembiayaan perumahan, hingga penyediaan cadangan lahan untuk pembangunan rumah subsidi yang terintegrasi.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa Kabupaten Tangerang merupakan salah satu daerah prioritas karena memiliki kebutuhan hunian yang tinggi. Berdasarkan data yang tersedia, backlog perumahan di Kabupaten Tangerang mencapai 246.345 unit, sehingga diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah layak huni.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah, pada Tahun Anggaran 2026 Kabupaten Tangerang memperoleh alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 2.539 unit rumah. Jumlah tersebut merupakan alokasi BSPS terbesar di Provinsi Banten dan diharapkan mampu mempercepat penanganan rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain peningkatan kualitas rumah melalui Program BSPS, Kementerian PKP juga mendorong penguatan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan menghubungkan masyarakat penerima manfaat ke dalam ekosistem pembiayaan mikro bersama berbagai lembaga keuangan, seperti BRI, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga memperkuat kapasitas ekonomi keluarga melalui akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana strategis pemanfaatan hibah aset lahan negara seluas 36 hektare di wilayah Kabupaten Tangerang. Kementerian PKP tengah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tersebut sebagai cadangan strategis (land bank) bagi pembangunan kawasan perumahan bersubsidi yang terintegrasi.
Pemanfaatan aset negara tersebut diharapkan dapat mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pengurangan backlog perumahan secara nasional.
Menteri PKP menegaskan bahwa penyediaan rumah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu menciptakan ekosistem yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses pembiayaan, pemberdayaan ekonomi, serta pemanfaatan aset negara secara produktif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel, Direktur Pengembangan Kawasan dan Permukiman Anggoro Putro, Sesditjen Kawasan Permukiman Musrifah, serta Staf Khusus Bidang Internal dan Penjadwalan Novelin Silalahi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!